Metapos.id, Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik pembunuhan pensiunan karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65), yang ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi pada Senin dini hari, 2 Maret 2026.
Pelaku, berinisial S (28), berhasil ditangkap oleh tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya setelah dilakukan penyelidikan intensif. Dari pemeriksaan, tersangka diketahui melakukan aksi tersebut karena motif ekonomi, dengan tujuan mencari barang berharga melalui pencurian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menegaskan bahwa pelaku tidak menargetkan korban secara spesifik. Rumah korban dipilih secara acak, karena dianggap sebagai rumah terbesar di lingkungan tersebut dan kemungkinan menyimpan banyak barang berharga.
Hasil penyidikan juga menunjukkan bahwa sebelum mendatangi rumah Ermanto, pelaku telah melakukan pencurian di beberapa lokasi lain. Alat yang digunakan untuk membongkar jendela dan menyerang korban, yaitu linggis, merupakan barang yang diperoleh dari aksi pencurian sebelumnya.
Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban dan istrinya terbangun karena alarm sahur berbunyi. Saat istri korban menyalakan lampu rumah, pelaku yang berada di dalam rumah spontan menyerang menggunakan linggis, hingga menyebabkan Ermanto tewas di tempat. Istri korban juga mengalami luka dan kini tengah menjalani perawatan medis.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 ayat (1) dan (3) serta Pasal 479 ayat (3) Kitab Undang‑Undang Hukum Pidana dalam UU Nomor 1 Tahun 2023, yang mengatur pembunuhan yang disertai tindak pidana lain, seperti pencurian dan kekerasan. Ancaman hukumannya mencapai hingga 20 tahun penjara, dan saat ini pelaku telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.














