Saturday, June 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Siswi SD Berusia 12 Tahun Diduga Tewaskan Ibu Kandung, Warga Terkejut Ungkap Sifat Pelaku

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
12 December 2025
in Hukum & Kriminal
Siswi SD Berusia 12 Tahun Diduga Tewaskan Ibu Kandung, Warga Terkejut Ungkap Sifat Pelaku

Metapos.id, Jakarta – Warga Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, dikejutkan oleh tragedi pada Rabu dini hari. Seorang siswi sekolah dasar berusia 12 tahun berinisial SAS diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap ibu kandungnya, Faizah Soraya (42). Kejadian ini mengejutkan lingkungan sekitar karena SAS dikenal sebagai anak pendiam, sopan, dan berprestasi.

Masih Duduk di Kelas 6 SD

BACA JUGA

Kasus Kuota Haji Berlanjut, KPK Tahan Ismail Adham dan Asrul Azis

Imigrasi Semarang Tangkap 4 WN China, Diduga Jalankan Love Scamming Internasional 2026

Keterangan warga menyebutkan SAS bukan siswa SMP seperti kabar awal, tetapi masih duduk di kelas 6 SD. Meski usianya masih belia, postur tubuhnya yang tinggi membuat beberapa orang sempat mengira ia sudah remaja.

Keluarga korban telah tinggal di kawasan Jalan Dwikora selama sekitar 20 tahun. SAS adalah anak bungsu dari dua bersaudara, dengan kakaknya kini menempuh pendidikan SMA. Keluarga ini dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga.

Dikenal Berprestasi dan Tak Pernah Berbuat Onar

Warga mengaku terkejut karena SAS selama ini dikenal ramah, sopan, serta aktif mengikuti perlombaan sekolah. Ia tidak pernah terlibat masalah apa pun. Meski demikian, keluarga korban memang memiliki interaksi sosial yang sangat terbatas sehingga warga tidak mengetahui persoalan internal yang mungkin terjadi.

Diduga Dipicu Ketegangan dalam Rumah Tangga

Beberapa warga menduga insiden ini terjadi akibat konflik internal keluarga yang tidak terlihat. Disebutkan sehari sebelum kejadian, korban sempat menegur anak sulungnya sehingga memicu ketegangan. SAS diduga tersinggung dan memendam emosi hingga akhirnya bertindak impulsif.

Pakar perkembangan anak menjelaskan bahwa anak usia 12 tahun masih rentan secara emosional dan dapat bertindak tanpa pertimbangan matang ketika berada di bawah tekanan.

Kronologi Kejadian

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB saat korban sedang tidur di kamar lantai satu bersama anak-anaknya. Teriakan anak sulung yang menemukan ibunya bersimbah darah membangunkan sang ayah yang berada di lantai dua.

Korban mengalami sejumlah luka tusuk dan meninggal di lokasi. Suami korban segera menghubungi ambulans dan meminta pertolongan warga. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk autopsi guna memastikan jumlah serta jenis luka.

Penyelidikan Polisi dan Pendampingan Khusus

SAS telah diamankan dan dibawa ke kantor polisi. Pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan psikolog dan petugas perlindungan anak sesuai aturan peradilan anak.

Penyidik fokus mendalami:

kondisi psikologis pelaku,

latar belakang emosionalnya,

situasi keluarga sebelum tragedi terjadi.

Pemeriksaan lanjutan menunggu hasil autopsi dan keterangan tambahan keluarga.

Dampak Psikologis pada Keluarga dan Warga

Tragedi ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Banyak orang tua mulai lebih memperhatikan kondisi emosional anak-anak mereka, terutama yang menghadapi tekanan dari lingkungan rumah maupun sekolah.

Tags: 12 tahunberprestasiFaizah Soraya 42konflikluka tusukmedanMetapos.id
Previous Post

Tragedi Kebakaran Terra Drone Indonesia Sorotan Publik Usai Isu Kaitan dengan Banjir Sumatra

Next Post

Pemprov DKI Tutup Depot Air Minum Ilegal yang Terbukti Terkontaminasi Bakteri

Related Posts

KPK Dalami Kasus Kuota Haji, Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Dipanggil sebagai Saksi
Hukum & Kriminal

Kasus Kuota Haji Berlanjut, KPK Tahan Ismail Adham dan Asrul Azis

9 June 2026
Imigrasi Semarang Tangkap 4 WN China, Diduga Jalankan Love Scamming Internasional 2026
Hukum & Kriminal

Imigrasi Semarang Tangkap 4 WN China, Diduga Jalankan Love Scamming Internasional 2026

7 June 2026
Silmy Karim Jadi Tersangka, KPK Selidiki Kemungkinan Hilangkan Barang Bukti
Hukum & Kriminal

Silmy Karim Jadi Tersangka, KPK Selidiki Kemungkinan Hilangkan Barang Bukti

5 June 2026
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Dugaan Jual Beli Titik SPPG
Hukum & Kriminal

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Dugaan Jual Beli Titik SPPG

3 June 2026
Kasus Umrah Hanania 2026, Polisi Sebut Dana Jamaah Digunakan untuk Kepentingan Lain
Hukum & Kriminal

Kasus Umrah Hanania 2026, Polisi Sebut Dana Jamaah Digunakan untuk Kepentingan Lain

3 June 2026
Polisi Beberkan Modus WO Jaktim, Dana Pengantin Baru Diputar untuk Acara Lama
Hukum & Kriminal

Polisi Beberkan Modus WO Jaktim, Dana Pengantin Baru Diputar untuk Acara Lama

1 June 2026
Next Post
Pemprov DKI Tutup Depot Air Minum Ilegal yang Terbukti Terkontaminasi Bakteri

Pemprov DKI Tutup Depot Air Minum Ilegal yang Terbukti Terkontaminasi Bakteri

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini