Metapos.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengembangkan sistem digital berbasis face recognition atau teknologi pengenal wajah untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) semakin tepat sasaran.
Menurut Tito, teknologi tersebut akan diintegrasikan dengan berbagai basis data milik pemerintah sehingga proses verifikasi identitas penerima bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat, sekaligus memeriksa data kepemilikan aset.
Hal itu disampaikan Tito saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil di Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026). Ia menjelaskan sistem mampu mengenali identitas seseorang hanya dalam waktu sekitar lima hingga sepuluh detik karena telah terkoneksi dengan sejumlah kementerian dan lembaga.
Ia menuturkan, Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang telah menerapkan uji coba teknologi tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 76 persen penerima bansos dinilai sudah tidak lagi memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan.
Meski begitu, masyarakat yang datanya dianggap tidak sesuai tetap memiliki kesempatan menyampaikan sanggahan apabila terdapat perubahan kondisi ekonomi atau kepemilikan aset yang belum tercatat dalam sistem.
Pemerintah juga berencana memperluas implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (e-government) guna memperkuat akurasi penyaluran bansos. Nantinya, data kependudukan Dukcapil akan dipadukan dengan data kendaraan dari Samsat, data pertanahan milik Kementerian ATR/BPN, serta data sosial ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Tito menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar sistem yang lebih dulu diterapkan di Banyuwangi dapat direplikasi ke berbagai daerah lain sebagai upaya meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial di seluruh Indonesia.






