Metapos.id, Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat dari kelompok ekonomi mampu untuk tidak memanfaatkan BBM bersubsidi.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil setelah melihat adanya pergeseran penggunaan BBM di masyarakat. Warga yang sebelumnya mengonsumsi BBM nonsubsidi disebut mulai beralih ke BBM bersubsidi.
“Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi,” kata Bahlil, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (18/9/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa BBM bersubsidi ditujukan bagi masyarakat yang memang memenuhi ketentuan untuk menerima subsidi. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi berlangsung tepat sasaran.
“Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima itu, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran,” ucapnya lagi.
Terkait kemungkinan perubahan kebijakan, Bahlil mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu mengkaji kebutuhan penguatan aturan mengenai penggunaan BBM bersubsidi.
“Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting,” ujarnya.
Selain itu, Bahlil mengajak masyarakat yang memiliki penghasilan dan kondisi ekonomi lebih baik untuk tidak mengambil porsi subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok yang membutuhkan.
“Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah tetap memastikan pasokan BBM bersubsidi tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak.
“Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi,” ujar Menteri ESDM.







