Wednesday, May 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Laporan UNESCO Ungkap Kesenjangan Akses Pendidikan Tinggi Dunia

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
13 May 2026
in Internasional
Nadiem Akui Suasana Rumah Dipenuhi Tangis dan Haru Setelah Bebas Sementara

Metapos.id, Jakarta – UNESCO merilis Laporan Tren Global Pendidikan Tinggi perdana pada Selasa (12/5/2026). Laporan tersebut menyoroti peningkatan akses pendidikan tinggi sekaligus ketimpangan yang masih terjadi di berbagai negara.

Data dari 146 negara menunjukkan jumlah mahasiswa global meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 2024, jumlah mahasiswa dunia mencapai 269 juta orang.

BACA JUGA

Trump Fokus Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir Meski Ekonomi AS Tertekan

Pertama dalam 10 Tahun, Presiden AS Kembali Kunjungi China

Angka tersebut meningkat tajam dibanding tahun 2000 yang berada di kisaran 100 juta mahasiswa. UNESCO menilai pertumbuhan itu menunjukkan akses pendidikan semakin meluas.

Meski demikian, ketimpangan pendidikan antarwilayah masih menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut. Perbedaan akses pendidikan tinggi dinilai masih sangat besar.

Di Eropa Barat dan Amerika Utara, sekitar 80 persen anak muda telah mengenyam pendidikan tinggi. Sementara di Afrika sub-Sahara, angka pendaftaran mahasiswa hanya mencapai 9 persen.

UNESCO juga mencatat mobilitas internasional mahasiswa masih tergolong rendah. Hanya sekitar 3 persen mahasiswa dunia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Selain ketimpangan geografis, isu gender juga menjadi perhatian penting dalam laporan tersebut. Perempuan dinilai masih menghadapi hambatan pada jenjang pendidikan lebih tinggi.

UNESCO menyebut perempuan masih kurang terwakili pada tingkat doktoral. Selain itu, posisi kepemimpinan akademik juga masih didominasi laki-laki.

Laporan tersebut turut menyoroti kesulitan akses pendidikan bagi para pengungsi di negara-negara Global Selatan. Banyak pengungsi kesulitan melanjutkan pendidikan karena tidak memiliki dokumen akademik lengkap.

Sebagai solusi, UNESCO memperkenalkan Paspor Kualifikasi untuk membantu pengakuan kualifikasi akademik dan profesional pengungsi. UNESCO berharap kesetaraan akses pendidikan tinggi dapat semakin terbuka bagi semua kalangan.

Tags: genderHeadlinemahasiswa globalMetapos.idpendidikan duniapendidikan tinggipengungsiUNESCO
Previous Post

Nadiem Akui Suasana Rumah Dipenuhi Tangis dan Haru Setelah Bebas Sementara

Next Post

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

Related Posts

Rizky Ridho Akui Persija Tak Capai Target Musim Ini
Internasional

Trump Fokus Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir Meski Ekonomi AS Tertekan

13 May 2026
Pertama dalam 10 Tahun, Presiden AS Kembali Kunjungi China
Internasional

Pertama dalam 10 Tahun, Presiden AS Kembali Kunjungi China

13 May 2026
Dua Lipa Ajukan Gugatan terhadap Samsung atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Internasional

Dua Lipa Ajukan Gugatan terhadap Samsung atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

11 May 2026
Virus Hantavirus Diduga Menyebar di Kapal Pesiar, 3 Penumpang Meninggal
Internasional

Argentina Hadapi Lonjakan Hantavirus, Hubungan dengan WHO Memanas

9 May 2026
Koalisi Prancis dan Inggris Tawarkan Pengamanan Selat Hormuz untuk Iran
Internasional

Koalisi Prancis dan Inggris Tawarkan Pengamanan Selat Hormuz untuk Iran

7 May 2026
Internasional

13 Negara Termasuk Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran Hukum Internasional oleh Israel

7 May 2026
Next Post
IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

IRF 2026 Soroti Reformasi Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian Global

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini