Metapos.id, Jakarta – France dan United Kingdom disebut siap memastikan keamanan maritim di Strait of Hormuz apabila Iran menyetujui proposal United States untuk mengakhiri konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan Istana Kepresidenan Elysee di Paris di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Mengutip Axios, Gedung Putih disebut meyakini AS dan Iran akan segera menandatangani nota kesepahaman berisi 14 poin sebagai tahap awal negosiasi kedua negara.
Seorang penasihat presiden Prancis mengatakan negaranya dapat membantu membuka kembali akses pelayaran Iran di Selat Hormuz apabila Teheran bersedia memulai perundingan substantif dengan AS.
“Kami dapat mengizinkan tanker Iran melewati Selat Hormuz dengan syarat Iran setuju memulai perundingan yang diminta Amerika Serikat,” ujar penasihat tersebut, dikutip dari Le Figaro.
Ia menambahkan pengerahan kelompok kapal induk penyerang Prancis yang dipimpin French aircraft carrier Charles de Gaulle menjadi sinyal kesiapan Prancis menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurut Istana Elysee, Prancis juga mengusulkan agar pembukaan kembali Selat Hormuz dipisahkan dari aspek lain dalam konflik dan negosiasi karena menyangkut kepentingan bersama.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Prancis mengumumkan kapal induk Charles de Gaulle menuju Laut Merah dan Teluk Aden dalam rangka misi pengamanan pelayaran bersama Inggris.
Eskalasi ketegangan di sekitar Iran belakangan menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.
Situasi tersebut turut memicu kekhawatiran pasar energi internasional dan mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.





