Wednesday, May 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Trump Fokus Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir Meski Ekonomi AS Tertekan

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
13 May 2026
in Internasional
Rizky Ridho Akui Persija Tak Capai Target Musim Ini

Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan dirinya tidak mempertimbangkan dampak ekonomi warga AS saat bernegosiasi dengan Iran terkait isu nuklir.

Pernyataan itu disampaikan Trump sebelum melakukan kunjungan diplomatik ke China pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat.

BACA JUGA

Pertama dalam 10 Tahun, Presiden AS Kembali Kunjungi China

Dua Lipa Ajukan Gugatan terhadap Samsung atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

“Sama sekali tidak,” kata Trump saat ditanya apakah kondisi ekonomi warga menjadi pertimbangannya dalam negosiasi dengan Iran.

Trump menegaskan fokus utamanya hanya memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga menyebut pasar saham bukan prioritas utama.

Ketegangan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Sebagai respons, Iran memblokir Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari.

Kondisi itu memicu lonjakan harga bahan bakar di Amerika Serikat. Harga bensin tercatat mencapai 4,50 dolar AS per galon.

Selain itu, inflasi Amerika Serikat pada April 2026 mencapai 3,8 persen atau tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.

Partai Demokrat turut mengkritik pernyataan Trump. Leah Leszczynski menilai Trump tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat.

Meski pasar saham mencetak rekor tertinggi, survei CNN/SSRS menunjukkan 70 persen warga Amerika tidak puas terhadap penanganan ekonomi Trump.

Tags: Amerika SerikatDonald Trumpekonomi ASHeadlineinflasi ASIranMetapos.idNBC NewsSelat Hormuz
Previous Post

Rizky Ridho Akui Persija Tak Capai Target Musim Ini

Next Post

Pramono Pastikan Jakarta Masih Jadi Pusat Pemerintahan

Related Posts

Pertama dalam 10 Tahun, Presiden AS Kembali Kunjungi China
Internasional

Pertama dalam 10 Tahun, Presiden AS Kembali Kunjungi China

13 May 2026
Dua Lipa Ajukan Gugatan terhadap Samsung atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Internasional

Dua Lipa Ajukan Gugatan terhadap Samsung atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

11 May 2026
Virus Hantavirus Diduga Menyebar di Kapal Pesiar, 3 Penumpang Meninggal
Internasional

Argentina Hadapi Lonjakan Hantavirus, Hubungan dengan WHO Memanas

9 May 2026
Koalisi Prancis dan Inggris Tawarkan Pengamanan Selat Hormuz untuk Iran
Internasional

Koalisi Prancis dan Inggris Tawarkan Pengamanan Selat Hormuz untuk Iran

7 May 2026
Internasional

13 Negara Termasuk Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran Hukum Internasional oleh Israel

7 May 2026
Piala Dunia 2026 Dekat, Tapi Hotel di AS Masih Minim Pengunjung
Internasional

Piala Dunia 2026 Dekat, Tapi Hotel di AS Masih Minim Pengunjung

5 May 2026
Next Post
Pramono Pastikan Jakarta Masih Jadi Pusat Pemerintahan

Pramono Pastikan Jakarta Masih Jadi Pusat Pemerintahan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini