Metapos.id, Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungan kenegaraan ke China pada pekan ini. Dalam agenda tersebut, Trump dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Selain itu, kunjungan ini menjadi yang pertama bagi presiden AS ke China dalam satu dekade terakhir. Pertemuan tersebut juga diperkirakan membahas hubungan perdagangan dan situasi geopolitik global.
Trump berangkat dari Washington DC pada Selasa waktu setempat. Sementara itu, ia dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu.
Awalnya, pemerintah AS menjadwalkan kunjungan ini pada Maret 2026. Namun, konflik yang melibatkan Iran membuat agenda tersebut tertunda.
Sebelum keberangkatan, Trump mengatakan dirinya ingin melakukan pembicaraan panjang dengan Xi Jinping. Ia juga menempatkan isu Iran sebagai salah satu fokus utama pertemuan.
Selain membahas Iran, Trump turut menyoroti hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China. Ia menyinggung posisi China sebagai pembeli utama minyak Iran yang terkena sanksi AS.
Di sisi lain, Trump menilai Xi Jinping menunjukkan sikap yang cukup kooperatif dalam komunikasi awal kedua negara. Karena itu, pertemuan ini diperkirakan berlangsung dalam suasana diplomatik yang positif.
Namun demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak bergantung pada bantuan negara lain terkait Iran. Ia tetap yakin Washington mampu menangani situasi tersebut melalui langkah diplomatik maupun strategi lainnya.
Selanjutnya, agenda kunjungan mencakup pertemuan resmi pada Kamis dan Jumat waktu setempat. Selain diskusi diplomatik, kedua pemimpin juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan.






