Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan dirinya tidak mempertimbangkan dampak ekonomi warga AS saat bernegosiasi dengan Iran terkait isu nuklir.
Pernyataan itu disampaikan Trump sebelum melakukan kunjungan diplomatik ke China pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat.
“Sama sekali tidak,” kata Trump saat ditanya apakah kondisi ekonomi warga menjadi pertimbangannya dalam negosiasi dengan Iran.
Trump menegaskan fokus utamanya hanya memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Ia juga menyebut pasar saham bukan prioritas utama.
Ketegangan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Sebagai respons, Iran memblokir Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari.
Kondisi itu memicu lonjakan harga bahan bakar di Amerika Serikat. Harga bensin tercatat mencapai 4,50 dolar AS per galon.
Selain itu, inflasi Amerika Serikat pada April 2026 mencapai 3,8 persen atau tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.
Partai Demokrat turut mengkritik pernyataan Trump. Leah Leszczynski menilai Trump tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat.
Meski pasar saham mencetak rekor tertinggi, survei CNN/SSRS menunjukkan 70 persen warga Amerika tidak puas terhadap penanganan ekonomi Trump.






