Friday, September 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Harga BBM Naik, Ribuan Kapal Nelayan Pati Tak Bisa Melaut

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
5 May 2026
in Nasional
Harga BBM Naik, Ribuan Kapal Nelayan Pati Tak Bisa Melaut

Metapos.id, Jakarta – Ribuan kapal nelayan besar di Juwana, Kabupaten Pati, masih belum kembali melaut pada 2026. Lonjakan harga BBM non-subsidi menjadi faktor utama.

Harga BBM meningkat dari sekitar Rp17 ribu menjadi Rp30 ribu per liter sejak Maret 2026. Akibatnya, sekitar 1.200 kapal di atas 30 GT menghentikan operasional.

BACA JUGA

Gerindra Buka Peluang Koalisi, Begini Respons PDIP

Bahlil Tegur Warga Mampu: Jangan Gunakan BBM Subsidi

Selain itu, banyak kapal tetap berlabuh di pelabuhan karena biaya yang semakin tinggi. Kondisi ini langsung menekan pendapatan para nelayan.

Dampaknya, puluhan ribu nelayan kehilangan mata pencaharian. Sementara itu, aktivitas lelang ikan di Juwana juga mengalami penurunan tajam.

Di sisi lain, industri pengolahan hasil laut ikut terkena imbas. Berkurangnya pasokan ikan membuat kegiatan produksi melambat.

Salah satu nelayan, Agus Utomo, menyampaikan biaya melaut kini sulit dijangkau. Oleh sebab itu, banyak nelayan memilih tidak beroperasi.

Ia juga menuturkan kondisi ini menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, ia berharap pemerintah segera menyesuaikan harga BBM.

Sementara itu, pemilik kapal Mohammad Agung menilai kenaikan harga BBM sangat membebani. Ia menekankan bahwa BBM merupakan komponen terbesar dalam biaya operasional.

Menurutnya, sekitar 70 persen biaya melaut berasal dari bahan bakar. Dengan harga saat ini, kapal tidak mampu beroperasi.

Sebagai tindak lanjut, para nelayan berencana menggelar aksi pada 4 Mei 2026. Sekitar 10 ribu orang diperkirakan akan ikut serta.

Mereka mendesak penurunan harga BBM agar aktivitas melaut bisa kembali normal. Jika kondisi ini terus berlanjut, sektor perikanan dikhawatirkan akan melemah.

Tags: BBMekonomi nelayanHarga BBMJawa Tengahkapal nelayanMetapos.idNelayanPatiPerikanan
Previous Post

SPBU Tak Jual Pertalite, Ini Penjelasan Pertamina Soal Status Signature

Next Post

Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah

Related Posts

Gerindra Buka Peluang Koalisi, Begini Respons PDIP
Nasional

Gerindra Buka Peluang Koalisi, Begini Respons PDIP

18 September 2026
Bahlil Tegur Warga Mampu: Jangan Gunakan BBM Subsidi
Nasional

Bahlil Tegur Warga Mampu: Jangan Gunakan BBM Subsidi

18 September 2026
Setahun Jadi Menteri Keuangan, Segini Perkiraan Pensiun Purbaya
Nasional

Setahun Jadi Menteri Keuangan, Segini Perkiraan Pensiun Purbaya

18 September 2026
Investasi Penting untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan PAD Kabupaten Dairi
Nasional

Investasi Penting untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan PAD Kabupaten Dairi

17 September 2026
Penggeledahan ATR/BPN Rampung, KPK Amankan Sejumlah Barang Bukti
Nasional

Penggeledahan ATR/BPN Rampung, KPK Amankan Sejumlah Barang Bukti

17 September 2026
KPK Ungkap Aset Eks Pejabat Haji Senilai Rp6,5 Miliar
Nasional

KPK Ungkap Aset Eks Pejabat Haji Senilai Rp6,5 Miliar

17 September 2026
Next Post
Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah

Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak di Tengah Kenaikan Biaya Sekolah

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini