Metapos.id, Jakarta – Upaya penyelundupan sisik trenggiling dalam jumlah besar berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Tanjung Priok. Sebanyak 3.053 kilogram sisik satwa dilindungi itu ditemukan dalam kontainer yang akan diberangkatkan ke Kamboja, dengan estimasi nilai mencapai Rp 183 miliar.
Kepala Bea Cukai Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adi, menyebut harga jual sisik trenggiling di pasar ilegal berkisar Rp 60 juta per kilogram. Dengan total muatan lebih dari tiga ton, nilai keseluruhan barang tersebut dinilai sangat tinggi.
Kasus ini terungkap saat petugas melakukan analisis terhadap dokumen ekspor milik perusahaan berinisial PT TSR. Dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), perusahaan hanya melaporkan komoditas berupa teripang dan mi instan.
Namun, pemeriksaan lanjutan menggunakan alat pemindai memperlihatkan adanya bagian ruang yang tidak sesuai dengan deklarasi dokumen. Petugas kemudian mendalami temuan tersebut dan menemukan tiga ruang tersembunyi di dalam kontainer.
Dari hasil pembongkaran, ruang tambahan itu ternyata berisi ribuan kilogram sisik trenggiling yang tidak dilaporkan. Seluruh barang bukti telah diamankan sebagai bagian dari proses penegakan hukum.
Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan ekspor guna mencegah penyelundupan barang ilegal, khususnya komoditas yang dilindungi dan memiliki nilai ekonomi tinggi.













