Sunday, April 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Perang AS–Israel–Iran Bikin Pengusaha Sawit RI Cemas Soal Biaya Logistik

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
4 March 2026
in Nasional
KPK Siapkan Agenda Pemeriksaan Bambang R. Tanoesoedibjo dalam Kasus Bansos

Metapos.id, Jakarta – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menimbulkan kekhawatiran di berbagai sektor industri global, termasuk industri kelapa sawit Indonesia. Pelaku usaha menilai konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu jalur transportasi internasional yang menjadi tumpuan ekspor komoditas strategis tersebut.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, risiko utama yang perlu diwaspadai adalah terganggunya transportasi laut apabila konflik semakin meluas.

BACA JUGA

Indonesia Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Sinyal Positif Stabilitas Energi

Survei: Mayoritas Publik Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Menurutnya, jika jalur pelayaran terdampak, aktivitas ekspor—terutama ke kawasan Eropa—juga akan terganggu. Dalam kondisi tertentu, kapal harus memutar untuk menghindari wilayah konflik, yang berujung pada penambahan biaya logistik.

Ia menjelaskan, skema perubahan rute masih memungkinkan dilakukan. Namun, konsekuensinya adalah kenaikan ongkos angkut yang dapat menekan efisiensi dan margin perdagangan.

Selain persoalan biaya, risiko lain yang diantisipasi adalah terganggunya rantai pasok dalam negeri. Jika ekspor tertahan dalam waktu lama, stok minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpotensi menumpuk di dalam negeri.

“Kalau gangguan ini terlalu lama dan ekspor terganggu bisa terjadi masalah di hulu, yaitu tangki bisa penuh,” ujarnya.

Apabila kapasitas penyimpanan penuh, harga CPO di pasar domestik berisiko mengalami tekanan akibat kelebihan pasokan. Eddy mencontohkan kondisi pada 2022 saat terjadi larangan ekspor minyak sawit, yang menyebabkan stok melimpah dan harga di tingkat produsen turun tajam.

Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini kondisi pasokan CPO nasional masih relatif normal dan belum terjadi penumpukan signifikan.

Menurutnya, satu hingga dua minggu ke depan akan menjadi periode penentu untuk melihat apakah gangguan transportasi benar-benar berdampak pada ekspor sawit Indonesia.

Ia juga menilai situasi saat ini berbeda dengan 2022 karena ekspor pada dasarnya masih dapat dilakukan melalui jalur alternatif, meskipun dengan biaya yang lebih tinggi. Terkait langkah antisipasi, ia mengakui ruang intervensi pemerintah terbatas mengingat konflik terjadi di luar wilayah Indonesia.

Tags: Metapos.idperang as israelperang timur tengahSawit
Previous Post

Puncak Musim Kemarau 2026 Diprediksi Jatuh pada Agustus, BMKG: Mayoritas Wilayah Berpotensi Lebih Kering

Next Post

Upaya Ekspor Ilegal Digagalkan, Ribuan Kilogram Sisik Trenggiling Disembunyikan di Balik Muatan Mi Instan

Related Posts

Indonesia Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Sinyal Positif Stabilitas Energi
Nasional

Indonesia Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Sinyal Positif Stabilitas Energi

18 April 2026
Setahun Berjalan, MBG Dinilai Tingkatkan Gizi dan Semangat Belajar Siswa
Nasional

Survei: Mayoritas Publik Dukung Program Makan Bergizi Gratis

17 April 2026
Basarnas: 8 Korban Helikopter PK-CFX Meninggal Dunia
Nasional

Basarnas: 8 Korban Helikopter PK-CFX Meninggal Dunia

17 April 2026
Bansos PKH dan BPNT Cair Lebih Awal, Simak Jadwal dan Nominalnya
Nasional

Bansos PKH dan BPNT Cair Lebih Awal, Simak Jadwal dan Nominalnya

17 April 2026
UI Ambil Tindakan, 16 Mahasiswa FH Dinonaktifkan Sementara
Nasional

UI Ambil Tindakan, 16 Mahasiswa FH Dinonaktifkan Sementara

16 April 2026
CPNS 2026 Segera Dibuka, Pemerintah Siapkan 160 Ribu Formasi
Nasional

Jadwal CPNS 2026 Belum Diumumkan, Pendaftaran Diprediksi Agustus

16 April 2026
Next Post
Upaya Ekspor Ilegal Digagalkan, Ribuan Kilogram Sisik Trenggiling Disembunyikan di Balik Muatan Mi Instan

Upaya Ekspor Ilegal Digagalkan, Ribuan Kilogram Sisik Trenggiling Disembunyikan di Balik Muatan Mi Instan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini