Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Perang AS–Israel–Iran Bikin Pengusaha Sawit RI Cemas Soal Biaya Logistik

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
4 March 2026
in Nasional
KPK Siapkan Agenda Pemeriksaan Bambang R. Tanoesoedibjo dalam Kasus Bansos

Metapos.id, Jakarta – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menimbulkan kekhawatiran di berbagai sektor industri global, termasuk industri kelapa sawit Indonesia. Pelaku usaha menilai konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu jalur transportasi internasional yang menjadi tumpuan ekspor komoditas strategis tersebut.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, risiko utama yang perlu diwaspadai adalah terganggunya transportasi laut apabila konflik semakin meluas.

BACA JUGA

Cadangan Pertalite Nasional Tersedia untuk 16-20 Hari

Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri

Menurutnya, jika jalur pelayaran terdampak, aktivitas ekspor—terutama ke kawasan Eropa—juga akan terganggu. Dalam kondisi tertentu, kapal harus memutar untuk menghindari wilayah konflik, yang berujung pada penambahan biaya logistik.

Ia menjelaskan, skema perubahan rute masih memungkinkan dilakukan. Namun, konsekuensinya adalah kenaikan ongkos angkut yang dapat menekan efisiensi dan margin perdagangan.

Selain persoalan biaya, risiko lain yang diantisipasi adalah terganggunya rantai pasok dalam negeri. Jika ekspor tertahan dalam waktu lama, stok minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpotensi menumpuk di dalam negeri.

“Kalau gangguan ini terlalu lama dan ekspor terganggu bisa terjadi masalah di hulu, yaitu tangki bisa penuh,” ujarnya.

Apabila kapasitas penyimpanan penuh, harga CPO di pasar domestik berisiko mengalami tekanan akibat kelebihan pasokan. Eddy mencontohkan kondisi pada 2022 saat terjadi larangan ekspor minyak sawit, yang menyebabkan stok melimpah dan harga di tingkat produsen turun tajam.

Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini kondisi pasokan CPO nasional masih relatif normal dan belum terjadi penumpukan signifikan.

Menurutnya, satu hingga dua minggu ke depan akan menjadi periode penentu untuk melihat apakah gangguan transportasi benar-benar berdampak pada ekspor sawit Indonesia.

Ia juga menilai situasi saat ini berbeda dengan 2022 karena ekspor pada dasarnya masih dapat dilakukan melalui jalur alternatif, meskipun dengan biaya yang lebih tinggi. Terkait langkah antisipasi, ia mengakui ruang intervensi pemerintah terbatas mengingat konflik terjadi di luar wilayah Indonesia.

Tags: Metapos.idperang as israelperang timur tengahSawit
Previous Post

Puncak Musim Kemarau 2026 Diprediksi Jatuh pada Agustus, BMKG: Mayoritas Wilayah Berpotensi Lebih Kering

Next Post

Upaya Ekspor Ilegal Digagalkan, Ribuan Kilogram Sisik Trenggiling Disembunyikan di Balik Muatan Mi Instan

Related Posts

Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.
Nasional

Cadangan Pertalite Nasional Tersedia untuk 16-20 Hari

20 October 2026
Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri
Nasional

Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri

20 October 2026
BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan seluas 7,22 hektare di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung pada 17–19 Oktober 2026.
Nasional

Karhutla Hanguskan Lahan di Sulteng hingga Bangka Belitung

20 October 2026
Pengacara keluarga Bharatu Valdo menegaskan korban bukan pelaku perundungan terhadap Bharada Andika, sementara penyidik masih mendalami motif penembakan.
Nasional

Motif Penembakan Bharatu Valdo Masih Didalami Penyidik

20 October 2026
Gus Yaqut Bantah Perintahkan Pengumpulan Fee Haji
Nasional

Gus Yaqut Bantah Perintahkan Pengumpulan Fee Haji

20 October 2026
Karhutla Kepung Empat Kawasan Gunung di Jatim, Pemadaman Masih Berlangsung
Nasional

Karhutla Kepung Empat Kawasan Gunung di Jatim, Pemadaman Masih Berlangsung

20 October 2026
Next Post
Upaya Ekspor Ilegal Digagalkan, Ribuan Kilogram Sisik Trenggiling Disembunyikan di Balik Muatan Mi Instan

Upaya Ekspor Ilegal Digagalkan, Ribuan Kilogram Sisik Trenggiling Disembunyikan di Balik Muatan Mi Instan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini