Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Upaya Ekspor Ilegal Digagalkan, Ribuan Kilogram Sisik Trenggiling Disembunyikan di Balik Muatan Mi Instan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
4 March 2026
in Nasional
Upaya Ekspor Ilegal Digagalkan, Ribuan Kilogram Sisik Trenggiling Disembunyikan di Balik Muatan Mi Instan

Metapos.id, Jakarta – Upaya penyelundupan sisik trenggiling dalam jumlah besar berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Tanjung Priok. Sebanyak 3.053 kilogram sisik satwa dilindungi itu ditemukan dalam kontainer yang akan diberangkatkan ke Kamboja, dengan estimasi nilai mencapai Rp 183 miliar.

Kepala Bea Cukai Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adi, menyebut harga jual sisik trenggiling di pasar ilegal berkisar Rp 60 juta per kilogram. Dengan total muatan lebih dari tiga ton, nilai keseluruhan barang tersebut dinilai sangat tinggi.

BACA JUGA

ASABRI Hadir di Timika, Perkuat Literasi Keuangan Prajurit

Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus

Kasus ini terungkap saat petugas melakukan analisis terhadap dokumen ekspor milik perusahaan berinisial PT TSR. Dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), perusahaan hanya melaporkan komoditas berupa teripang dan mi instan.

Namun, pemeriksaan lanjutan menggunakan alat pemindai memperlihatkan adanya bagian ruang yang tidak sesuai dengan deklarasi dokumen. Petugas kemudian mendalami temuan tersebut dan menemukan tiga ruang tersembunyi di dalam kontainer.

Dari hasil pembongkaran, ruang tambahan itu ternyata berisi ribuan kilogram sisik trenggiling yang tidak dilaporkan. Seluruh barang bukti telah diamankan sebagai bagian dari proses penegakan hukum.

Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan ekspor guna mencegah penyelundupan barang ilegal, khususnya komoditas yang dilindungi dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Tags: 183 miliarBea Cukai Tanjung PriokGagalkanKambojakontainerMetapos.idPenyelundupansisik trenggiling
Previous Post

Perang AS–Israel–Iran Bikin Pengusaha Sawit RI Cemas Soal Biaya Logistik

Next Post

Tak Terbukti Mark-Up, Sidang Beberkan 85% Chromebook Masih Digunakan hingga 2025

Related Posts

ASABRI hadir di Timika, Papua Tengah, untuk memberikan edukasi manfaat program sekaligus literasi keuangan bagi prajurit TNI.
Nasional

ASABRI Hadir di Timika, Perkuat Literasi Keuangan Prajurit

4 September 2026
Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus
Nasional

Komnas HAM Dalami Rangkaian Kekerasan Demo 27 Agustus

4 September 2026
BGN Dapat Anggaran Rp240 T, Ke Mana Dana Akan Mengalir?
Nasional

BGN Dapat Anggaran Rp240 T, Ke Mana Dana Akan Mengalir?

4 September 2026
Usai Makan MBG, 256 Siswa SMPN Jombang Diduga Keracunan
Nasional

Usai Makan MBG, 256 Siswa SMPN Jombang Diduga Keracunan

4 September 2026
Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka, Siapkan 50 Ribu Kuota
Nasional

Magang Nasional 2026 Kembali Dibuka, Siapkan 50 Ribu Kuota

4 September 2026
Kemensos menjelaskan penyebab perubahan desil DTSEN yang sempat signifikan setelah masuknya 12 juta data baru dari BKKBN.
Nasional

Kemensos Ungkap Penyebab Desil DTSEN Berubah

4 September 2026
Next Post
Tak Terbukti Mark-Up, Sidang Beberkan 85% Chromebook Masih Digunakan hingga 2025

Tak Terbukti Mark-Up, Sidang Beberkan 85% Chromebook Masih Digunakan hingga 2025

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini