Metapos.id, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026. Sidang ini digelar untuk menentukan awal umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Sidang Isbat tersebut rencananya dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta Pusat.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Sidang Isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), para ahli falak, hingga perwakilan DPR, Mahkamah Agung, serta kedutaan besar negara-negara Islam.
“Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak terkait untuk bersama-sama menetapkan awal Ramadan,” ujar Abu Rokhmad, Jumat (30/1/2026).
Ia menerangkan, pelaksanaan Sidang Isbat terdiri dari tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Selanjutnya dilakukan verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 37 titik pemantauan di berbagai wilayah Indonesia.
“Tahap terakhir adalah musyawarah untuk pengambilan keputusan, yang kemudian diumumkan secara resmi kepada masyarakat,” jelasnya.
Abu Rokhmad menambahkan, dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri 1 Syawal, dan Idul Adha, Kemenag tetap mengintegrasikan metode hisab dan rukyah sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil Sidang Isbat dan pengumuman resmi pemerintah terkait awal Ramadan 1447 Hijriah. Penetapan ini, kata dia, sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.













