Metapos.id, Jakarta – Aksi kerusuhan melanda tiga lembaga pemasyarakatan di Guatemala setelah para narapidana menguasai sejumlah area penjara dan menyandera 46 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan sipir penjara, sementara satu sandera diketahui berprofesi sebagai psikolog.
Menteri Dalam Negeri Guatemala, Marco Antonio Villeda, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu sore waktu setempat, 17 Januari 2026, belum ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Ia menambahkan, aparat menduga kerusuhan itu dirancang dan digerakkan oleh jaringan geng kriminal Barrio 18.
Villeda menjelaskan, kerusuhan dipicu oleh tuntutan para pimpinan geng yang meminta dipindahkan ke fasilitas pemasyarakatan lain dengan kondisi yang dinilai lebih layak, termasuk permintaan perlakuan khusus. Desakan tersebut muncul setelah pemerintah mengambil langkah tegas dengan mencabut sejumlah hak istimewa yang sebelumnya diberikan kepada para pemimpin geng di dalam penjara.
Pemerintah Guatemala menegaskan sikapnya untuk tidak memenuhi tuntutan kelompok kriminal. Villeda menyatakan negara tidak akan melakukan negosiasi ataupun mengembalikan hak-hak istimewa sebagai imbalan penghentian aksi kekerasan.
Di Penjara Keamanan Maksimum Renovación 1 yang terletak di Escuintla, wilayah selatan Guatemala, aparat kepolisian dan militer dikerahkan untuk memperketat pengamanan dengan membentuk perimeter di sekitar kompleks penjara. Sejumlah ambulans serta unit pemadam kebakaran juga disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah narapidana menguasai menara pengawas. Beberapa di antaranya tampak menutupi wajah dengan kain dan menyampaikan keluhan dari balik kawat berduri, dengan alasan kondisi keamanan di dalam penjara dinilai tidak menjamin keselamatan mereka.
Meski insiden penyanderaan petugas penjara pernah terjadi sebelumnya, otoritas Guatemala menyebut kerusuhan kali ini sebagai salah satu yang terbesar, baik dari segi jumlah sandera maupun skala kejadian. Pemerintah memastikan kebijakan pengetatan pengawasan serta pencabutan privilese bagi pimpinan geng akan terus diberlakukan.













