Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Puluhan Sipir Disandera, Pemerintah Guatemala Tegaskan Tak Tunduk pada Geng

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
18 January 2026
in Internasional
Puluhan Sipir Disandera, Pemerintah Guatemala Tegaskan Tak Tunduk pada Geng

Metapos.id, Jakarta – Aksi kerusuhan melanda tiga lembaga pemasyarakatan di Guatemala setelah para narapidana menguasai sejumlah area penjara dan menyandera 46 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan sipir penjara, sementara satu sandera diketahui berprofesi sebagai psikolog.

Menteri Dalam Negeri Guatemala, Marco Antonio Villeda, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu sore waktu setempat, 17 Januari 2026, belum ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Ia menambahkan, aparat menduga kerusuhan itu dirancang dan digerakkan oleh jaringan geng kriminal Barrio 18.

BACA JUGA

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

Villeda menjelaskan, kerusuhan dipicu oleh tuntutan para pimpinan geng yang meminta dipindahkan ke fasilitas pemasyarakatan lain dengan kondisi yang dinilai lebih layak, termasuk permintaan perlakuan khusus. Desakan tersebut muncul setelah pemerintah mengambil langkah tegas dengan mencabut sejumlah hak istimewa yang sebelumnya diberikan kepada para pemimpin geng di dalam penjara.

Pemerintah Guatemala menegaskan sikapnya untuk tidak memenuhi tuntutan kelompok kriminal. Villeda menyatakan negara tidak akan melakukan negosiasi ataupun mengembalikan hak-hak istimewa sebagai imbalan penghentian aksi kekerasan.

Di Penjara Keamanan Maksimum Renovación 1 yang terletak di Escuintla, wilayah selatan Guatemala, aparat kepolisian dan militer dikerahkan untuk memperketat pengamanan dengan membentuk perimeter di sekitar kompleks penjara. Sejumlah ambulans serta unit pemadam kebakaran juga disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah narapidana menguasai menara pengawas. Beberapa di antaranya tampak menutupi wajah dengan kain dan menyampaikan keluhan dari balik kawat berduri, dengan alasan kondisi keamanan di dalam penjara dinilai tidak menjamin keselamatan mereka.

Meski insiden penyanderaan petugas penjara pernah terjadi sebelumnya, otoritas Guatemala menyebut kerusuhan kali ini sebagai salah satu yang terbesar, baik dari segi jumlah sandera maupun skala kejadian. Pemerintah memastikan kebijakan pengetatan pengawasan serta pencabutan privilese bagi pimpinan geng akan terus diberlakukan.

Tags: geng kriminal Barrio 18GuatemalaKerusuhanmenyandera 46Metapos.idPenjara
Previous Post

BMKG Perkirakan Hujan Ringan Melanda Jabodetabek Senin Besok

Next Post

Tim SAR Temukan Reruntuhan Pesawat ATR-400 di Puncak Gunung Bulusaraung

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.
Internasional

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

2 September 2026
Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.
Internasional

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

2 September 2026
Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk memperkuat kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.
Internasional

Turki, Pakistan, Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

2 September 2026
Next Post
Tim SAR Temukan Reruntuhan Pesawat ATR-400 di Puncak Gunung Bulusaraung

Tim SAR Temukan Reruntuhan Pesawat ATR-400 di Puncak Gunung Bulusaraung

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini