Wednesday, September 9, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
2 September 2026
in Internasional
Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.

Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.

Metapos.id, Jakarta – Perusahaan minyak Amerika Serikat (AS), North American Blue Energy Partners (NABEP), akan mengambil alih sejumlah ladang minyak di Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan asal China dan Rusia.

Pengambilalihan tersebut menjadi bagian dari kesepakatan produksi minyak berskala besar antara Washington dan Caracas yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

BACA JUGA

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya

Menurut dua pejabat AS yang dikutip Reuters, pemerintah Venezuela memberikan 14 kontrak baru kepada NABEP, sehingga perusahaan yang dikendalikan pengusaha Venezuela Alejandro Betancourt itu diperkirakan akan mengelola total 17 proyek minyak di Venezuela.

Dari 14 proyek baru tersebut, lima sebelumnya dioperasikan perusahaan China dan satu lainnya dikelola perusahaan Rusia.

Dua proyek sebelumnya dioperasikan China Concord Resources yang dikenai sanksi AS pada 2019 terkait aktivitasnya di Iran. Proyek lainnya pernah dikelola Sinopec dan China National Petroleum Corp.

Seorang pejabat AS mengatakan pengambilalihan tersebut sekaligus membuka akses pasar AS terhadap minyak Venezuela yang sebelumnya dikirim ke China.

NABEP Dapat Hak Kelola 100 Tahun

NABEP akan mengelola 17 proyek minyak dengan cadangan terbukti sekitar 65 miliar barel.

Perusahaan tersebut mendapatkan hak pengelolaan ladang selama 100 tahun. Dalam kesepakatan itu, pemerintah AS juga memperoleh 35% saham di perusahaan induk NABEP.

Selain itu, AS memiliki hak membeli 20% produksi dengan harga pokok dan hak penolakan pertama atas 80% produksi lainnya.

AS juga memiliki hak veto di Dewan NABEP, yang mayoritas anggotanya harus merupakan warga negara AS.

NABEP menyatakan akan menginvestasikan hingga US$100 miliar untuk membangun infrastruktur minyak baru di Venezuela.

Betancourt mengatakan kesepakatan tersebut dapat membuka potensi sumber daya Venezuela untuk kepentingan masyarakat kedua negara.

“Venezuela memiliki “kelimpahan sumber daya alam, masyarakat yang pekerja keras, dan potensi yang belum dimanfaatkan”,” kata Betancourt.

Menurutnya, kesepakatan itu akan “membuka potensi tersebut demi manfaat besar bagi rakyat Venezuela dan Amerika.”

AS Masih Butuh Perusahaan Minyak Besar

Washington masih menghadapi tantangan untuk menarik perusahaan minyak besar agar ikut meningkatkan produksi Venezuela.

ExxonMobil dan ConocoPhillips meninggalkan Venezuela pada 2007 setelah aset mereka dinasionalisasi. Kedua perusahaan sebelumnya menekankan pentingnya kepastian hukum dan penghormatan terhadap kontrak sebelum kembali berinvestasi.

Trump mengatakan ExxonMobil akan masuk kembali ke Venezuela, tetapi perusahaan tersebut menolak berkomentar.

Sementara itu, ConocoPhillips menyatakan keputusan investasi akan mempertimbangkan stabilitas kebijakan dan kepatuhan terhadap supremasi hukum.

Alejo Czerwonko dari UBS menilai keterlibatan perusahaan besar dibutuhkan untuk mengembangkan sektor minyak Venezuela.

“Anda membutuhkan investasi dan keahlian yang besar dari perusahaan seperti Exxon dan ConocoPhillips,” katanya. “Bagaimana Anda menarik perusahaan-perusahaan tersebut ke negara tersebut?”

Radhika Bansal dari Rystad Energy juga menilai masih terdapat sejumlah ketidakjelasan dalam kesepakatan tersebut.

“Masih banyak hal yang belum diketahui, dan ada unsur-unsur yang membingungkan,” katanya.

Kesepakatan Picu Kekhawatiran

Struktur kesepakatan NABEP turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan perusahaan minyak yang tengah mempertimbangkan investasi di Venezuela.

Betancourt sebelumnya pernah diselidiki otoritas AS dan Eropa terkait transaksi dengan pemerintah Venezuela, meski tidak pernah didakwa. Ia juga telah membantah tuduhan tersebut.

“Perusahaan-perusahaan minyak besar dan perusahaan asing besar yang sedang menegosiasikan migrasi kontrak ingin memastikan mereka tidak akan duduk di meja yang sama dengan Betancourt,” kata seorang sumber yang terlibat dalam persiapan penandatanganan kontrak energi.

Sementara itu, Trump mengakui pemulihan sektor minyak Venezuela tidak akan langsung berdampak terhadap harga bahan bakar di AS.

“Mungkin akan sedikit lama,” katanya.

Di Kongres AS, Senator Jack Reed meminta penjelasan mengenai dasar hukum kesepakatan tersebut dan menolak penggunaan militer AS untuk berinvestasi dalam usaha minyak swasta.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mendukung kesepakatan tersebut sebagai peluang untuk memodernisasi industri minyak, sekaligus menegaskan bahwa kedaulatan Venezuela tetap terjaga.

Tags: Alejandro BetancourtASChinaDonald TrumpHeadlineladang minyak VenezuelaMetapos.idNABEPRusiaVenezuela
Previous Post

PDAM Depok Gangguan, Air Mati di 10 Wilayah

Next Post

Pendakian Gunung Tambora Ditutup Cegah Kebakaran Hutan

Related Posts

Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Internasional

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

8 September 2026
Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya
Internasional

Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya

8 September 2026
Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.
Internasional

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

2 September 2026
Next Post
Pendakian Gunung Tambora di Dompu, NTB, ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mencegah risiko kebakaran hutan dan lahan. (Foto/Balai TNGT)

Pendakian Gunung Tambora Ditutup Cegah Kebakaran Hutan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini