Friday, September 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
4 September 2026
in Internasional
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran

Penghentian TOEFL dan GRE di Iran akibat perubahan sanksi AS membuat pelajar kesulitan memenuhi syarat kuliah dan beasiswa di luar negeri.

Metapos.id, Jakarta – Pelajar Iran yang berencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri menghadapi kendala baru setelah penyelenggaraan ujian TOEFL dan GRE dihentikan di dalam negeri akibat perubahan aturan sanksi Amerika Serikat.

Penghentian tersebut dilakukan setelah Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS membekukan General License G yang sebelumnya memungkinkan sejumlah layanan pendidikan tetap berlangsung di Iran.

BACA JUGA

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

ETS, organisasi berbasis AS yang menyelenggarakan TOEFL dan GRE, kemudian menghentikan kedua ujian tersebut di Iran.

“Setelah OFAC menangguhkan General License G, ETS segera menghentikan penyelenggaraan ujian TOEFL dan GRE di Iran,” kata organisasi tersebut dalam pemberitahuan resminya.

ETS menyatakan warga negara Iran masih dapat mengikuti kedua ujian itu di luar negeri dan pihaknya sedang mencari cara untuk kembali menyelenggarakannya di Iran.

TOEFL digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dan diterima berbagai universitas di dunia, sedangkan GRE menjadi salah satu persyaratan bagi sejumlah program pascasarjana, terutama di AS dan Kanada.

Penghentian ini menambah persoalan bagi pelajar Iran yang sebelumnya juga menghadapi kendala penyelenggaraan IELTS akibat masalah sanksi dalam transfer dana.

Sejumlah pelamar bahkan harus bepergian ke negara seperti Turki dan Armenia untuk mengikuti ujian, sehingga harus menanggung biaya perjalanan, akomodasi, serta biaya tes.

Alireza, pelamar universitas di Italia, mengatakan penghentian TOEFL mengganggu rencana alternatifnya setelah IELTS tidak lagi tersedia di Iran.

“Namun sekarang TOEFL juga dihentikan di Iran. Bepergian ke negara tetangga hanya untuk mengikuti ujian sangat mahal, terutama dalam kondisi ekonomi Iran saat ini,” tambahnya.

Di tengah situasi tersebut, peserta TOEFL dan GRE Iran meluncurkan petisi daring yang mendesak ETS memulihkan akses ujian.

Petisi itu menyebut ribuan mahasiswa berisiko kehilangan kesempatan masuk universitas, memperoleh beasiswa, dan mengikuti program pascasarjana karena akses terhadap tes yang dibutuhkan tiba-tiba dihentikan.

Bahar, pelamar program Doktoral, mengatakan semakin banyak mahasiswa Iran kini mengalihkan tujuan studi dari AS ke Eropa dan Australia karena persoalan visa.

“Bagi kami, sekarang pada dasarnya tidak ada perbedaan antara IELTS dan TOEFL, karena dalam kedua kasus kami harus meninggalkan Iran untuk mengikuti tes bahasa Inggris,” kata Bahar kepada DW.

Hingga kini belum ada kepastian kapan TOEFL dan GRE dapat kembali diselenggarakan di Iran, sehingga pelamar harus memilih antara menunggu tanpa kepastian atau mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengikuti ujian di luar negeri.

Tags: Amerika SerikatETSGREIranMetapos.idpelajar Iranpendidikan Iransanksi ASTOEFL
Previous Post

IU Siapkan Single Baru, Rilis 10 September

Next Post

Verifikasi Berjalan, Seleksi Petugas Haji 2027 Tetap Lanjut CAT

Related Posts

Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.
Internasional

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

2 September 2026
Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.
Internasional

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

2 September 2026
Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk memperkuat kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.
Internasional

Turki, Pakistan, Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

2 September 2026
Donald Trump
Internasional

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

29 August 2026
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Internasional

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

28 August 2026
Next Post
Verifikasi Berjalan, Seleksi Petugas Haji 2027 Tetap Lanjut CAT

Verifikasi Berjalan, Seleksi Petugas Haji 2027 Tetap Lanjut CAT

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini