Sunday, October 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
2 September 2026
in Internasional
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.

Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.

Metapos.id, Jakarta – Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin di berbagai wilayah sebagai langkah antisipasi menghadapi gelombang panas yang berpotensi semakin sering terjadi.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk melindungi masyarakat dari paparan suhu ekstrem, terutama kelompok rentan.

BACA JUGA

Paus Leo Minta Putin Izinkan Evakuasi Warga Ukraina

Trump Murka, Pejabat Pembocor Rahasia Diancam Mati

Pusat pendingin akan ditempatkan di sejumlah pusat komunitas, pusat Residents’ Committee (RC) atau Residents’ Network (RN), serta beberapa gedung olahraga dalam ruangan.

Fasilitas tersebut akan dilengkapi pendingin udara dan tempat duduk bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung dari panas.

Lokasi lengkap pusat pendingin akan diumumkan ketika rencana penanganan gelombang panas diaktifkan.

Masyarakat juga akan mendapatkan peringatan setidaknya empat hari sebelumnya melalui aplikasi cuaca nasional myENV.

Direktur Divisi Kebijakan Energi dan Iklim Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Calvin Chong, mengatakan kelompok rentan akan menjadi prioritas apabila kapasitas pusat pendingin hampir penuh.

“Jika sebuah pusat hampir penuh, prioritas akan diberikan kepada kelompok rentan, seperti warga lanjut usia,” ungkap Chong.

Singapura Hadapi Pukulan Ganda Cuaca Panas

Chong menyebut Singapura kini menghadapi apa yang disebutnya sebagai ‘double whammy’ atau pukulan ganda cuaca panas.

Kondisi tersebut terjadi karena musim monsun barat daya yang kering berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino yang membawa cuaca lebih panas dan kering.

Data National Environment Agency (NEA) mencatat terdapat 17 hari dengan tekanan panas tinggi sepanjang 2026.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan lima hari pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Singapura menetapkan kondisi gelombang panas ketika suhu maksimum harian rata-rata mencapai 35 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut, dengan suhu rata-rata harian sedikitnya 29 derajat Celsius.

NEA memperingatkan suhu ekstrem masih berpotensi terjadi meski El Nino mulai melemah, yang diperkirakan berlangsung pada Maret hingga Mei 2027.

Periode tersebut juga bertepatan dengan salah satu masa terpanas di Singapura.

“Hal itu sedang kami pelajari dengan sangat dekat, dan kami siap mengaktifkan rencana respons gelombang panas jika mencapai tingkat tersebut,” lanjut Chong.

Sekolah Bisa Terapkan Belajar dari Rumah

Singapura terakhir mengalami gelombang panas pada April 2016 ketika episode El Nino yang kuat berakhir.

Pada awal 2025, Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan (MSE) memperkenalkan rencana nasional pertama untuk menghadapi gelombang panas.

Jika kondisi gelombang panas terjadi, sekolah dapat menerapkan pembelajaran dari rumah.

Sementara itu, prasekolah dan panti jompo diminta menghentikan aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00-16.00 waktu setempat.

MSE juga membentuk Heat Resilience Policy Office yang dipimpin Chong untuk memperkuat penanganan dampak panas.

Menurut Chong, panas kini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi mulai berdampak terhadap produktivitas pekerja dan berbagai sektor lainnya.

Kantor tersebut nantinya melibatkan jaringan komunitas untuk memantau kelompok rentan dan mengarahkan mereka menuju pusat pendingin terdekat.

“Ada batasan seberapa banyak siaran umum dan peringatan melalui myENV yang bisa kami lakukan. Mungkin sebagian ketimpangan dalam penanganan akan muncul di tingkat lokal,” ungkap Chong.

Dalam jangka panjang, Pemerintah Singapura akan menyusun strategi ketahanan panas yang mencakup aspek infrastruktur, kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Pemerintah juga menyiapkan pendanaan ‘Adapting to Heat Impacts’ senilai 40 juta dolar Singapura untuk penelitian yang dijadwalkan dibuka pada akhir 2026.

“Kami dapat membangun pengetahuan mengenai cara memahami panas dari konteks Singapura dan menghasilkan langkah-langkah intervensi yang berarti. Hal itu juga akan bermanfaat bagi kawasan sekitar,” pungkasnya.

Tags: Cuaca ekstremEl ninogelombang panasHeadlineMetapos.idmyENVNEApusat pendinginSingapurasuhu panas
Previous Post

Pendakian Gunung Tambora Ditutup Cegah Kebakaran Hutan

Next Post

Pramono Pastikan APBD DKI 2026 Turun Tak Kurangi Kualitas Pembangunan

Related Posts

AFC Awards 2026: Daftar Nominasi Pemain hingga Pelatih
Internasional

Paus Leo Minta Putin Izinkan Evakuasi Warga Ukraina

17 October 2026
AFC Awards 2026: Daftar Nominasi Pemain hingga Pelatih
Internasional

Trump Murka, Pejabat Pembocor Rahasia Diancam Mati

17 October 2026
AFC Awards 2026: Daftar Nominasi Pemain hingga Pelatih
Internasional

Indonesia Kecam Kolombia Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

17 October 2026
Trump Urungkan Rencana Live Streaming Eksekusi Eks Tentara AS
Internasional

Trump Urungkan Rencana Live Streaming Eksekusi Eks Tentara AS

16 October 2026
Liga Muslim Dunia mengecam rencana Kolombia membuka kedutaan di Yerusalem karena dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB.
Internasional

Rencana Kolombia Buka Kedutaan di Yerusalem Picu Kecaman

16 October 2026
Volodymyr Zelensky mengancam melanjutkan serangan ke kilang minyak Rusia setelah Ukraina menuding AS membatasi dukungan intelijen dan akses Starlink.
Internasional

Dukungan AS Dipersoalkan, Ukraina Siap Gempur Kilang Rusia

16 October 2026
Next Post
Pramono Pastikan APBD DKI 2026 Turun Tak Kurangi Kualitas Pembangunan

Pramono Pastikan APBD DKI 2026 Turun Tak Kurangi Kualitas Pembangunan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini