Metapos.id, Jakarta – Banyak penderita alergi berharap kondisi yang dialaminya dapat hilang seiring bertambahnya usia. Namun, secara medis alergi umumnya tidak selalu bisa sembuh total, melainkan lebih sering dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat.
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya. Reaksi tersebut memicu pembentukan antibodi imunoglobulin E (IgE) yang kemudian melepaskan histamin sehingga menimbulkan gejala seperti gatal, ruam, bersin, hingga sesak napas.
Karena melibatkan memori sistem imun, alergi pada banyak kasus bersifat jangka panjang. Oleh sebab itu, istilah yang lebih sering digunakan adalah remisi atau kondisi alergi yang terkendali, bukan sembuh sepenuhnya.
Penanganan alergi dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien. Beberapa metode yang umum diterapkan antara lain menghindari pemicu alergi, penggunaan obat antihistamin, kortikosteroid, hingga imunoterapi di bawah pengawasan tenaga medis.
Imunoterapi dilakukan dengan memberikan paparan alergen secara bertahap untuk membantu meningkatkan toleransi tubuh terhadap zat pemicu alergi. Terapi ini bertujuan mengurangi keparahan reaksi alergi dalam jangka panjang.
Sejumlah penelitian menunjukkan beberapa jenis alergi makanan pada anak dapat membaik seiring pertumbuhan. Alergi susu sapi dan telur memiliki peluang lebih besar untuk menghilang dibandingkan alergi kacang tanah, kacang pohon (tree nuts), maupun makanan laut yang cenderung bertahan hingga usia dewasa.
Meski demikian, perjalanan alergi setiap orang berbeda-beda, tergantung jenis alergi dan respons sistem kekebalan tubuh. Karena itu, konsultasi dengan dokter diperlukan agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.







