Saturday, September 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Unta Mulai Gagal Ginjal Akibat Suhu Ekstrem

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
5 September 2026
in Lifestyle & Health
Suhu ekstrem di wilayah gurun disebut memicu dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian pada unta dan menjadi sinyal serius perubahan iklim.

Suhu ekstrem di wilayah gurun disebut memicu dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian pada unta dan menjadi sinyal serius perubahan iklim.

Metapos.id, Jakarta – Kematian unta meningkat di sejumlah wilayah gurun seiring suhu ekstrem yang semakin sering terjadi, hingga hewan yang dikenal mampu bertahan dalam kondisi panas mulai kesulitan beradaptasi.

Pakar Genetika Ekologi IPB University Prof Ronny R Noor mengatakan suhu di wilayah gurun dalam satu dekade terakhir kerap mencapai 50-55 derajat Celcius.

BACA JUGA

Joe Russo Ungkap Naskah Doomsday Belum Selesai

Samsat Drive Thru Permudah Bayar Pajak Kendaraan

Kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan pada unta, mulai dari luka lepuh, dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian.

“Fenomena suhu ekstrem yang meningkat di gurun pasir, sampai-sampai bahkan unta pun tidak mampu bertahan, benar-benar menunjukkan adanya krisis iklim yang sangat serius,” ujar Prof Ronny, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (05/09/2026).

Dampaknya dilaporkan terjadi di sejumlah negara, termasuk Somalia yang mencatat sekitar 73 persen unta mati di wilayah Sool, sementara di Kenya kematian unta meningkat 15 persen dalam dua tahun terakhir akibat hipertermia.

Padahal, unta memiliki mekanisme fisiologis khusus untuk menghadapi panas dengan kemampuan mengubah suhu tubuh dari sekitar 34 derajat Celcius pada malam hari menjadi 41 derajat Celcius pada siang hari tanpa banyak berkeringat.

Mekanisme tersebut memungkinkan unta menghemat penggunaan air, tetapi kemampuan adaptasinya mulai berkurang ketika suhu lingkungan melewati 45 derajat Celcius.

Kondisi panas ekstrem dapat memicu kerusakan ginjal, gangguan metabolisme hingga kegagalan organ pada unta.

“Pada suhu ekstrem di atas 50°C, bahkan unta yang sehat dapat mengalami hipertermia serius dalam beberapa jam jika tidak memiliki akses terhadap air atau tempat perlindungan,” katanya.

Tekanan panas juga semakin berat akibat kekeringan dan desertifikasi yang mengurangi sumber air serta vegetasi di wilayah gurun.

“Sayangnya, eksploitasi lahan dan desertifikasi semakin memperburuk kondisi ini, sehingga semuanya menjadi semakin sulit,” tambahnya.

Di Ethiopia, peternak di wilayah Afar dilaporkan kehilangan delapan anak unta dalam sebulan akibat suhu ekstrem.

Kematian unta juga berdampak langsung terhadap masyarakat gurun yang selama ini mengandalkan hewan tersebut untuk memperoleh susu, daging hingga kebutuhan transportasi.

“Jika unta, simbol kekuatan gurun, tidak lagi mampu bertahan, masyarakat gurun seperti suku Badui di Sahara dan komunitas Bedouin di Timur Tengah tentunya akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga keberlangsungan hidup mereka,” ujar Prof Ronny.

Menurutnya, meningkatnya kematian unta menjadi sinyal bahwa perubahan iklim mulai melampaui kemampuan adaptasi sejumlah makhluk hidup.

Karena itu, pengelolaan sumber air, pengembangan tanaman tahan panas serta berbagai langkah adaptasi dinilai semakin mendesak dilakukan.

Tags: desertifikasigagal ginjal untagurunHeadlinekrisis iklimMetapos.idPerubahan iklimsuhu ekstremunta
Previous Post

Samsat Drive Thru Permudah Bayar Pajak Kendaraan

Next Post

Joe Russo Ungkap Naskah Doomsday Belum Selesai

Related Posts

Sutradara Joe Russo mengungkap Avengers: Doomsday mulai syuting meski naskah belum sepenuhnya rampung dan mengandalkan improvisasi aktor.
Lifestyle & Health

Joe Russo Ungkap Naskah Doomsday Belum Selesai

5 September 2026
Samsat Drive Thru memudahkan masyarakat membayar PKB tahunan tanpa turun dari kendaraan. Simak daftar lokasinya di Jawa Barat. (Foto/Diskominfo Jabar)
Lifestyle & Health

Samsat Drive Thru Permudah Bayar Pajak Kendaraan

5 September 2026
Sulit Punya Teman Baru Setelah Dewasa? Ini Penyebabnya
Lifestyle & Health

Sulit Punya Teman Baru Setelah Dewasa? Ini Penyebabnya

5 September 2026
Waspada, 4 Jenis Tanaman Ini Bisa Mengundang Ular
Lifestyle & Health

Waspada, 4 Jenis Tanaman Ini Bisa Mengundang Ular

5 September 2026
Pemprov DKI Buka Opsi Naikkan Harga Tiket Ragunan
Lifestyle & Health

Pemprov DKI Buka Opsi Naikkan Harga Tiket Ragunan

5 September 2026
Ustadz Aa Hilman Fauzi
Lifestyle & Health

Kajian Akbar Aa Hilman Fauzi Hadir di Bekasi

4 September 2026
Next Post
Sutradara Joe Russo mengungkap Avengers: Doomsday mulai syuting meski naskah belum sepenuhnya rampung dan mengandalkan improvisasi aktor.

Joe Russo Ungkap Naskah Doomsday Belum Selesai

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini