Metapos.id, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan sebanyak 1.174.624 kursi kelas ekonomi komersial untuk mendukung program potongan tarif transportasi sebesar 30 persen pada masa liburan sekolah 2026.
Sampai Senin (8/6/2026), perusahaan mencatat penjualan tiket mencapai 86.036 lembar. Dengan demikian, masih tersedia sekitar 1.088.588 kursi yang dapat dipesan calon penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa program potongan harga yang dijalankan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan.
Di sisi lain, meningkatnya pergerakan penumpang diyakini dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata di berbagai wilayah tujuan.
KAI mulai melayani penjualan tiket program diskon tersebut sejak 6 Juni 2026. Hingga saat ini, jumlah tiket yang terjual masih sekitar 7,32 persen dari total kapasitas yang disiapkan.
Oleh sebab itu, masyarakat masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan tiket sesuai jadwal keberangkatan yang diinginkan selama periode liburan sekolah.
Anne menuturkan bahwa Yogyakarta, Solo, Malang, dan Ketapang menjadi sejumlah destinasi yang paling banyak diminati pelanggan.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menyusun rencana perjalanan lebih awal. Langkah itu dinilai dapat membantu pelanggan memperoleh tarif yang lebih hemat sekaligus pilihan perjalanan yang lebih fleksibel.
Sementara itu, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, memastikan seluruh sarana dan prasarana telah dipersiapkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selama musim liburan.
Program potongan tarif untuk kereta ekonomi komersial tersebut berlaku bagi keberangkatan pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
Wisnu mengatakan penyediaan lebih dari 1,17 juta kursi merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan mobilitas masyarakat.
Tak hanya itu, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata serta perekonomian daerah selama periode liburan sekolah berlangsung.






