Sunday, April 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Gangguan Penerbangan di Timur Tengah, HIPMI Dorong Pemerintah Segera Fasilitasi Pemulangan Jamaah Umroh

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
5 March 2026
in Nasional
Gangguan Penerbangan di Timur Tengah, HIPMI Dorong Pemerintah Segera Fasilitasi Pemulangan Jamaah Umroh

Metapos.id, Jakarta – Situasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak pada pembatasan hingga penghentian sejumlah penerbangan internasional. Kondisi ini menyebabkan banyak jamaah umroh asal Indonesia belum dapat kembali ke tanah air sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sekretaris Jenderal BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira, menyampaikan keprihatinan atas situasi tersebut dan meminta pemerintah segera mengambil langkah yang lebih nyata agar persoalan tidak semakin meluas.

BACA JUGA

Indonesia Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Sinyal Positif Stabilitas Energi

Survei: Mayoritas Publik Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat upaya yang cukup konkret dan progresif dalam menangani kondisi jamaah yang tertahan. Ia menilai penanganan yang cepat dan terkoordinasi sangat dibutuhkan agar jumlah jamaah yang terdampak tidak terus bertambah dan biaya yang harus ditanggung juga tidak semakin besar.

Berdasarkan berbagai laporan dari penyelenggara perjalanan umroh dan komunitas jamaah, diperkirakan sekitar 54 ribu jamaah umroh Indonesia saat ini masih berada di Tanah Suci dan berpotensi terdampak gangguan penerbangan akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Anggawira menjelaskan bahwa situasi ini menjadi lebih berat karena terjadi pada bulan Ramadan. Pada periode tersebut tingkat hunian hotel di Makkah dan Madinah meningkat signifikan sehingga harga akomodasi cenderung lebih tinggi dibandingkan periode biasa.

Ia mengingatkan bahwa apabila proses pemulangan tertunda lebih lama, biaya tambahan untuk penginapan, konsumsi, dan kebutuhan lainnya akan terus meningkat. Karena itu, ia berharap beban tambahan tersebut tidak sepenuhnya harus ditanggung oleh jamaah.

Selain itu, HIPMI juga menyoroti kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan pada sejumlah aplikasi pemesanan tiket, harga tiket satu arah rute Jeddah–Jakarta kelas ekonomi yang biasanya berada di kisaran Rp7–8 juta, pada beberapa jadwal kini meningkat hingga sekitar Rp18–20 juta per tiket.

Lonjakan harga tersebut dinilai berpotensi memberatkan jamaah apabila tidak segera ada langkah pengaturan dari pemerintah.

HIPMI pun mendorong pemerintah untuk berkoordinasi dengan maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batik Air guna menambah jadwal penerbangan atau menyediakan penerbangan tambahan (extra flight) agar proses pemulangan jamaah dapat dipercepat.

Selain penambahan penerbangan, pemerintah juga dinilai perlu menetapkan batas harga tiket dalam kondisi darurat serta memperkuat pengawasan agar tidak terjadi praktik spekulasi harga yang merugikan jamaah.

Lebih jauh, HIPMI menilai kejadian ini harus menjadi pembelajaran penting dalam pengelolaan perjalanan ibadah umroh di masa depan. Diperlukan sistem perlindungan yang lebih kuat, termasuk skema asuransi perjalanan yang mampu menanggung kondisi darurat seperti konflik geopolitik, penutupan wilayah udara, maupun gangguan operasional penerbangan.

Anggawira menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah umroh terbesar di dunia dengan lebih dari 1,5 juta jamaah setiap tahun. Oleh karena itu, sistem mitigasi krisis bagi jamaah dinilai perlu dipersiapkan lebih matang agar dalam situasi darurat negara dapat memberikan perlindungan maksimal.

Tags: jamaah umroh tertahanKonflik timur tengahMetapos.idpenerbangan jeddah jakarta
Previous Post

Disnaker Kota Tangerang Hadirkan Posko Pengaduan THR 2026, Pekerja Diminta Aktif Melapor

Next Post

Driver Ojol Bersiap! Bonus Hari Raya 2026 Segera Cair, Ini Rincian Nominalnya

Related Posts

Indonesia Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Sinyal Positif Stabilitas Energi
Nasional

Indonesia Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Sinyal Positif Stabilitas Energi

18 April 2026
Setahun Berjalan, MBG Dinilai Tingkatkan Gizi dan Semangat Belajar Siswa
Nasional

Survei: Mayoritas Publik Dukung Program Makan Bergizi Gratis

17 April 2026
Basarnas: 8 Korban Helikopter PK-CFX Meninggal Dunia
Nasional

Basarnas: 8 Korban Helikopter PK-CFX Meninggal Dunia

17 April 2026
Bansos PKH dan BPNT Cair Lebih Awal, Simak Jadwal dan Nominalnya
Nasional

Bansos PKH dan BPNT Cair Lebih Awal, Simak Jadwal dan Nominalnya

17 April 2026
UI Ambil Tindakan, 16 Mahasiswa FH Dinonaktifkan Sementara
Nasional

UI Ambil Tindakan, 16 Mahasiswa FH Dinonaktifkan Sementara

16 April 2026
CPNS 2026 Segera Dibuka, Pemerintah Siapkan 160 Ribu Formasi
Nasional

Jadwal CPNS 2026 Belum Diumumkan, Pendaftaran Diprediksi Agustus

16 April 2026
Next Post
Driver Ojol Bersiap! Bonus Hari Raya 2026 Segera Cair, Ini Rincian Nominalnya

Driver Ojol Bersiap! Bonus Hari Raya 2026 Segera Cair, Ini Rincian Nominalnya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini