Sunday, September 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

AS Disebut Dukung Arab Saudi Perkaya Uranium, Ini Faktanya

Khansa Nabila by Khansa Nabila
19 July 2026
in Internasional
Dokter Ungkap Tanda Awal Penyakit Liver yang Sering Disangka GERD

Metapos.id, Jakarta – Amerika Serikat dilaporkan mendukung hak Arab Saudi untuk memperkaya uranium sebagai bagian dari pengembangan program nuklir sipil negara tersebut. Dukungan itu disebut menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan kerja sama energi nuklir antara Washington dan Riyadh.

Laporan tersebut muncul di tengah upaya kedua negara memperkuat hubungan strategis, termasuk di sektor energi dan teknologi. Meski demikian, kerja sama itu masih memerlukan pembahasan lebih lanjut terkait aspek keamanan, pengawasan, dan kepatuhan terhadap standar internasional.

BACA JUGA

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

Pengayaan uranium merupakan proses meningkatkan kadar isotop uranium-235 agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir. Namun, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk menghasilkan material yang dibutuhkan dalam pembuatan senjata nuklir jika diperkaya hingga tingkat tinggi.

Karena itu, isu pengayaan uranium selalu menjadi perhatian komunitas internasional. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan agar seluruh aktivitas nuklir tetap digunakan untuk tujuan damai.

Arab Saudi selama ini menyatakan bahwa program nuklir yang dikembangkannya bertujuan memenuhi kebutuhan energi di masa depan. Pemerintah Saudi juga menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan energi nuklir secara damai sesuai dengan ketentuan internasional.

Meski demikian, rencana pemberian hak pengayaan uranium kepada Arab Saudi memunculkan berbagai tanggapan. Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan geopolitik dan memicu perlombaan teknologi nuklir di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri menekankan bahwa setiap bentuk kerja sama nuklir harus disertai mekanisme pengawasan yang ketat. Hal itu bertujuan memastikan teknologi yang diberikan hanya digunakan untuk kepentingan sipil dan tidak mengarah pada pengembangan senjata nuklir.

Apabila kesepakatan berhasil dicapai, kerja sama ini diperkirakan akan menjadi salah satu proyek strategis terbesar antara Amerika Serikat dan Arab Saudi di bidang energi. Namun, implementasinya tetap bergantung pada proses negosiasi lanjutan serta persetujuan dari berbagai pihak yang terlibat.

Tags: Amerika SerikatArab Saudienergi nuklirpengayaan uraniumprogram nukliruranium
Previous Post

Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?” ke Wartawan Berbuntut Panjang, Hotman Paris Diminta Minta Maaf

Next Post

Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Klose, Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
TOEFL, GRE, Iran, Amerika Serikat, sanksi AS, pelajar Iran, ETS, pendidikan Iran
Internasional

AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terdampak

4 September 2026
Konglomerat Jerman Klaus-Michael Kühne meninggal pada usia 89 tahun dengan kekayaan sekitar Rp867 triliun yang telah dipersiapkan untuk Kühne Foundation. (Foto/Kuehne+Nagel)
Internasional

Klaus-Michael Kühne Wafat, Harta Beralih ke Yayasan

3 September 2026
Singapura menyiapkan lebih dari 300 pusat pendingin untuk melindungi masyarakat dari gelombang panas dan suhu ekstrem yang berpotensi terjadi.
Internasional

Singapura Siapkan 300 Pusat Pendingin Hadapi Gelombang Panas

2 September 2026
Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.
Internasional

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

2 September 2026
Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk memperkuat kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.
Internasional

Turki, Pakistan, Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

2 September 2026
Next Post
Argentina vs Spanyol, Jadwal Final Piala Dunia 2026 Dini Hari Ini

Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Klose, Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini