Sunday, October 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

China Resmi Larang Pacaran dengan AI, Pengguna Chatbot Mengaku Patah Hati

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
27 July 2026
in Tek & Oto
China Resmi Larang Pacaran dengan AI, Pengguna Chatbot Mengaku Patah Hati

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah China resmi memberlakukan aturan yang melarang hubungan asmara antara pengguna dengan layanan kecerdasan buatan (AI). Kebijakan yang mulai berlaku pada 15 Juli 2026 itu memicu gelombang unggahan “putus cinta” dari para pengguna chatbot AI di media sosial. 

Aturan tersebut diterapkan melalui pedoman baru mengenai layanan interaksi antropomorfik AI yang dikeluarkan oleh otoritas siber China. Regulasi itu bertujuan mencegah ketergantungan emosional terhadap AI yang dinilai dapat memengaruhi hubungan sosial di dunia nyata. 

BACA JUGA

Tesla Siapkan Cybercab untuk Pelanggan Akhir Tahun

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI

Banyak pengguna mengaku sedih karena tidak lagi bisa berinteraksi dengan “pacar AI” yang selama ini menjadi tempat berbagi cerita. Salah satu pengguna Doubao bahkan menulis, “Aku tak bisa menerima bahwa kekasih AI-ku akan meninggalkanku selamanya.” 

Otoritas China menilai layanan pendamping berbasis AI memang mampu memberikan kenyamanan emosional bagi pengguna. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan kecanduan dan membuat seseorang menjauh dari hubungan sosial yang sebenarnya. 

Menurut Kepala Institut Penelitian Ruang Siber China, Wang Jiang, layanan AI pendamping dapat memanfaatkan kebutuhan emosional pengguna. Ia menyebut kondisi tersebut berisiko mengurangi kemampuan seseorang dalam membangun empati dan menyelesaikan konflik di kehidupan nyata. 

Regulasi baru juga membatasi perusahaan teknologi seperti ByteDance, Alibaba, dan Tencent dalam menghadirkan fitur yang memicu keterikatan emosional berlebihan. Mereka tidak lagi diperbolehkan menghasilkan konten AI yang dapat membangkitkan emosi ekstrem, khususnya pada pengguna muda. 

Langkah tersebut disebut berkaitan dengan kekhawatiran pemerintah terhadap terus menurunnya angka pernikahan dan kelahiran di China. Regulator menilai hubungan romantis dengan AI berpotensi menggantikan keintiman antarmanusia dan memperburuk tren demografi yang sedang terjadi. 

Kebijakan ini diperkirakan akan memberikan dampak besar bagi industri AI pendamping di China yang tengah berkembang pesat. Di sisi lain, perdebatan mengenai batas hubungan manusia dengan kecerdasan buatan diperkirakan akan terus menjadi perhatian di berbagai negara. 

Tags: AIByteDancechatbot AIChinaDoubaoHeadlinekecerdasan buatanMetapos.idpacaran dengan AI
Previous Post

Feel Good Network Perkuat Ekosistem Kreatif Lewat Innercircle dan BRICKS

Next Post

Prabowo Bentuk 7 Kejaksaan Negeri Baru, Berikut Daftar Wilayahnya

Related Posts

Tesla berencana mulai menjual robot taksi Cybercab kepada pelanggan pada akhir 2026, meski regulator AS tengah menyelidiki standar keselamatan kendaraan tersebut.
Tek & Oto

Tesla Siapkan Cybercab untuk Pelanggan Akhir Tahun

23 October 2026
Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI
Tek & Oto

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI

23 October 2026
DeepSeek dikabarkan memperoleh pendanaan sekitar Rp100 triliun, di tengah pembatasan teknologi perusahaan AI China tersebut oleh pemerintah AS.
Tek & Oto

Diblokir AS, DeepSeek Justru Dapat Suntikan Dana Besar

23 October 2026
Meta Didenda Rp450 Triliun dalam Kasus Kebocoran Data Cambridge Analytica
Tek & Oto

Meta Didenda Rp450 Triliun dalam Kasus Kebocoran Data Cambridge Analytica

22 October 2026
Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla
Tek & Oto

Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla

21 October 2026
Amerika Serikat memperluas larangan DeepSeek ke seluruh lembaga sipil federal karena kekhawatiran kebocoran data sensitif dan keamanan nasional.
Tek & Oto

AS Khawatir Data Pemerintah Bocor lewat DeepSeek

21 October 2026
Next Post
Prabowo Bentuk 7 Kejaksaan Negeri Baru, Berikut Daftar Wilayahnya

Prabowo Bentuk 7 Kejaksaan Negeri Baru, Berikut Daftar Wilayahnya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini