Thursday, September 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

China Resmi Larang Pacaran dengan AI, Pengguna Chatbot Mengaku Patah Hati

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
27 July 2026
in Tek & Oto
China Resmi Larang Pacaran dengan AI, Pengguna Chatbot Mengaku Patah Hati

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah China resmi memberlakukan aturan yang melarang hubungan asmara antara pengguna dengan layanan kecerdasan buatan (AI). Kebijakan yang mulai berlaku pada 15 Juli 2026 itu memicu gelombang unggahan “putus cinta” dari para pengguna chatbot AI di media sosial. 

Aturan tersebut diterapkan melalui pedoman baru mengenai layanan interaksi antropomorfik AI yang dikeluarkan oleh otoritas siber China. Regulasi itu bertujuan mencegah ketergantungan emosional terhadap AI yang dinilai dapat memengaruhi hubungan sosial di dunia nyata. 

BACA JUGA

AS Suntik USD1,9 Miliar untuk Hidupkan PLTN

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

Banyak pengguna mengaku sedih karena tidak lagi bisa berinteraksi dengan “pacar AI” yang selama ini menjadi tempat berbagi cerita. Salah satu pengguna Doubao bahkan menulis, “Aku tak bisa menerima bahwa kekasih AI-ku akan meninggalkanku selamanya.” 

Otoritas China menilai layanan pendamping berbasis AI memang mampu memberikan kenyamanan emosional bagi pengguna. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan kecanduan dan membuat seseorang menjauh dari hubungan sosial yang sebenarnya. 

Menurut Kepala Institut Penelitian Ruang Siber China, Wang Jiang, layanan AI pendamping dapat memanfaatkan kebutuhan emosional pengguna. Ia menyebut kondisi tersebut berisiko mengurangi kemampuan seseorang dalam membangun empati dan menyelesaikan konflik di kehidupan nyata. 

Regulasi baru juga membatasi perusahaan teknologi seperti ByteDance, Alibaba, dan Tencent dalam menghadirkan fitur yang memicu keterikatan emosional berlebihan. Mereka tidak lagi diperbolehkan menghasilkan konten AI yang dapat membangkitkan emosi ekstrem, khususnya pada pengguna muda. 

Langkah tersebut disebut berkaitan dengan kekhawatiran pemerintah terhadap terus menurunnya angka pernikahan dan kelahiran di China. Regulator menilai hubungan romantis dengan AI berpotensi menggantikan keintiman antarmanusia dan memperburuk tren demografi yang sedang terjadi. 

Kebijakan ini diperkirakan akan memberikan dampak besar bagi industri AI pendamping di China yang tengah berkembang pesat. Di sisi lain, perdebatan mengenai batas hubungan manusia dengan kecerdasan buatan diperkirakan akan terus menjadi perhatian di berbagai negara. 

Tags: AIByteDancechatbot AIChinaDoubaoHeadlinekecerdasan buatanMetapos.idpacaran dengan AI
Previous Post

Feel Good Network Perkuat Ekosistem Kreatif Lewat Innercircle dan BRICKS

Next Post

Prabowo Bentuk 7 Kejaksaan Negeri Baru, Berikut Daftar Wilayahnya

Related Posts

Pemerintah AS menyalurkan pinjaman USD1,9 miliar untuk mengaktifkan kembali PLTN Duane Arnold di Iowa yang akan mendukung kebutuhan listrik data center Google.
Tek & Oto

AS Suntik USD1,9 Miliar untuk Hidupkan PLTN

9 September 2026
Uber menggandeng Pony.ai, Momenta, dan WeRide untuk mengembangkan layanan robotaxi dan memperluas teknologi kendaraan otonom ke pasar internasional.
Tek & Oto

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

9 September 2026
CapCut World Singapore mempertemukan lebih dari 300 kreator dan memperkenalkan inovasi AI serta fitur baru untuk mendukung proses kreatif.
Tek & Oto

CapCut World Singapore Kumpulkan 300 Kreator

8 September 2026
iPhone Ultra, harga iPhone Ultra, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, Apple, iPhone lipat, harga iPhone
Tek & Oto

iPhone Ultra Foldable Bakal Dibanderol Rp30 Jutaan

5 September 2026
TCL C7L SQD Mini LED hadir di Indonesia dengan 1.352 Precise Dimming Zones, HDR 3.000 nits, gamut warna hingga 100% BT.2020, dan audio Bang & Olufsen.
Tek & Oto

TCL C7L Bawa 1.352 Precise Dimming Zones ke Indonesia

4 September 2026
Gedung Meta Indonesia (Foto: Ig/faqih.dh)
Tek & Oto

Eks Pegawai Meta Kritik Uang Damai Rp280 Triliun

3 September 2026
Next Post
Prabowo Bentuk 7 Kejaksaan Negeri Baru, Berikut Daftar Wilayahnya

Prabowo Bentuk 7 Kejaksaan Negeri Baru, Berikut Daftar Wilayahnya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini