Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla

Khansa Nabila by Khansa Nabila
21 October 2026
in Tek & Oto
Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla

Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla

Metapos.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah dugaan adanya pembatasan jangkauan atau shadowban terhadap konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di media sosial. Bantahan ini disampaikan setelah sejumlah pengguna mengaku mengalami penurunan jangkauan unggahan terkait isu tersebut.

Direktur Pengendalian Ruang Digital Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Safriansyah Yanwar Rosyadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital membatasi atau menurunkan konten mengenai karhutla.

BACA JUGA

AS Khawatir Data Pemerintah Bocor lewat DeepSeek

Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini

“Kami menegaskan bahwa Komdigi tidak pernah menginstruksikan atau mengajukan permintaan kepada platform untuk membatasi atau menurunkan konten terkait kebakaran hutan,” kata Safriansyah pada Selasa (20/10/2026), dikutip dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa setiap platform digital memiliki pedoman komunitas dan mekanisme berbeda dalam menentukan rekomendasi konten kepada pengguna. Karena itu, dugaan penurunan jangkauan atau penghapusan unggahan perlu diperiksa berdasarkan fakta.

“Jadi, jika ada konten yang diduga mengalami penurunan jangkauan atau dihapus, penyebabnya perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait,” ungkapnya.

Isu shadowban ramai diperbincangkan setelah sejumlah tokoh publik mengaku mengalami perubahan jangkauan konten setelah membahas kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satunya adalah vlogger kecantikan Tasya Farasya, yang memiliki 7,4 juta pengikut di Instagram. Melalui akun Threads @tasyafarasya, ia mengungkapkan bahwa jumlah penonton Instagram Stories miliknya turun dari biasanya sekitar satu juta menjadi 85 ribu.

“Stories aku biasanya VS story aku saat speak up,” ungkap Tasya dengan menyertakan tangkapan layar sebagai pembanding.

Namun, pengalaman serupa tidak dialami semua pengguna. Influencer Jerome Polin menyatakan Instagram Stories miliknya tidak mengalami shadowban dan masih dapat menjangkau banyak orang.

“Aku gak tau pasti caranya, tapi kalo aku liat pola dan pelajari, pakai template “add yours” bisa ngeboost views,” kata Jerome melalui akun Threads @jeromepolin.

Perbedaan pengalaman tersebut membuat penyebab penurunan jangkauan konten masih perlu ditelusuri. Komdigi menegaskan bahwa dugaan pembatasan oleh pemerintah tidak dapat disimpulkan tanpa bukti dan konfirmasi kepada platform terkait.

Tags: Jerome Polinkebakaran hutan dan lahanKomdigikonten karhutlamedia sosialMetapos.idSafriansyah Yanwar RosyadishadowbanTasya Farasya
Previous Post

Pria di Kansas Ditangkap Usai Diduga Ancam Tembak Donald Trump

Next Post

Komdigi Bantah Batasi Informasi Karhutla di Media Sosial

Related Posts

Amerika Serikat memperluas larangan DeepSeek ke seluruh lembaga sipil federal karena kekhawatiran kebocoran data sensitif dan keamanan nasional.
Tek & Oto

AS Khawatir Data Pemerintah Bocor lewat DeepSeek

21 October 2026
Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini
Tek & Oto

Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini

19 October 2026
Saklar rel memungkinkan kereta berpindah jalur dengan aman. Kenali cara kerja lidah wesel, rel persilangan, cek rel, dan motor penggeraknya.
Tek & Oto

Rahasia Teknologi yang Membuat Kereta Bisa Berpindah Jalur

19 October 2026
DeepSeek Hadapi Gangguan Berulang, Sumber Daya Komputasi Disorot
Tek & Oto

DeepSeek Hadapi Gangguan Berulang, Sumber Daya Komputasi Disorot

18 October 2026
AFC Awards 2026: Daftar Nominasi Pemain hingga Pelatih
Tek & Oto

Meta Luncurkan AI 816 Miliar Parameter untuk Mac

17 October 2026
Fondasi Burj Khalifa dirancang khusus untuk menghadapi tanah Dubai yang lemah, tekanan bangunan, dan risiko korosi. Ini teknologi di balik kekokohannya.
Tek & Oto

Teknologi di Balik Kokohnya Burj Khalifa Setinggi 828 Meter

19 October 2026
Next Post
Komdigi Bantah Batasi Informasi Karhutla di Media Sosial

Komdigi Bantah Batasi Informasi Karhutla di Media Sosial

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini