Metapos.id, Jakarta – Seorang pria berusia 24 tahun bernama Jaden Read ditangkap pihak berwenang Amerika Serikat di Clearwater, Kansas, setelah diduga mengancam akan menembak Presiden Donald Trump. Ancaman tersebut disampaikan melalui komentar di Facebook menjelang agenda kampanye Trump di negara bagian itu.
Departemen Kehakiman AS menyatakan Read ditangkap pada Sabtu (17/10/2026). Penangkapan tersebut berkaitan dengan komentar yang ditulisnya pada unggahan KAKE News mengenai jadwal kunjungan Trump ke Kansas.
Trump dijadwalkan menghadiri acara kampanye untuk Senator Partai Republik Roger Marshall di Park City pada Senin (19/10/2026).
Dalam komentar di Facebook, Read diduga menyerukan penembakan terhadap Trump dan mengaitkan pernyataannya dengan kondisi keuangan yang dialaminya.
“Ayo kita tembak Trump, di mana para penembaknya? Saya lelah hidup dengan kondisi keuangan seperti ini,” tulis Read di kolom komentar.
“Saya punya peluru 308 dan 305. Saya akan bunuh pedofil satu ini,” lanjutnya, seperti dikutip dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2026).
Dalam komentar lainnya, Read juga diduga menyatakan niat untuk melakukan penembakan seorang diri. Ia bahkan menyebut mengetahui lokasi pidato Trump dan telah mengamati bangunan di sekitarnya.
“Bisakah kita menembaknya di Kansas? Saya akan melakukannya sendiri,” tulis Read.
“Saya tahu di mana pidatonya akan berlangsung. Saya sudah memetakan atap-atap di sekitarnya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut ditanggapi serius oleh pihak berwenang, terutama karena Trump pernah menjadi sasaran penembakan saat berkampanye pada Juli 2024. Dalam insiden di Pennsylvania itu, telinga Trump terluka akibat peluru ketika ia berbicara di hadapan pendukungnya.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada keterangan mengenai apakah aparat menyita senjata milik Read saat penangkapan. Pihak berwenang juga belum menjelaskan apakah pria tersebut benar-benar menyusun rencana untuk menembak Trump.







