Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

AS Khawatir Data Pemerintah Bocor lewat DeepSeek

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
21 October 2026
in Tek & Oto
Amerika Serikat memperluas larangan DeepSeek ke seluruh lembaga sipil federal karena kekhawatiran kebocoran data sensitif dan keamanan nasional.

Amerika Serikat memperluas larangan DeepSeek ke seluruh lembaga sipil federal karena kekhawatiran kebocoran data sensitif dan keamanan nasional.

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan seluruh lembaga sipil federal menghentikan pembelian produk dan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan China, DeepSeek, serta menghapus teknologi tersebut dari sistem teknologi informasi (TI) pemerintah.

Kebijakan ini diambil atas dasar keamanan nasional, terutama kekhawatiran bahwa informasi sensitif milik pengguna di lingkungan pemerintahan dapat bocor dan diakses oleh otoritas China.

BACA JUGA

Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini

Rahasia Teknologi yang Membuat Kereta Bisa Berpindah Jalur

Perintah yang dikeluarkan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS itu tidak hanya berlaku bagi produk yang dikembangkan langsung oleh DeepSeek, tetapi juga mencakup produk dan layanan pihak ketiga yang dibangun menggunakan teknologi perusahaan tersebut.

Meski demikian, lembaga federal masih dapat mengajukan permohonan pengecualian dalam kondisi tertentu.

Langkah Washington ini menjadi bagian dari persaingan teknologi antara AS dan China yang semakin intensif, terutama di sektor AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan AI China menghadirkan model dengan biaya pengembangan relatif rendah yang menantang dominasi perusahaan teknologi AS, termasuk OpenAI dan Meta.

Pemerintah China menolak kebijakan terbaru Washington karena dinilai menggunakan alasan keamanan nasional untuk membatasi perkembangan teknologi dan perdagangan.

“Kami akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam pengarahan resmi pada Selasa (20/10/2026).

Kebijakan ini memperluas pembatasan terhadap DeepSeek yang sebelumnya telah diberlakukan melalui undang-undang pada Desember 2025, yang membatasi penggunaan teknologinya dalam sistem keamanan nasional dan intelijen AS.

Kini, larangan tersebut mencakup lembaga sipil federal, termasuk pembelian produk baru serta penggunaan teknologi DeepSeek yang masih terpasang dalam sistem TI pemerintah.

Di sisi lain, China juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor terhadap 23 jenis teknologi terkait AI, termasuk teknologi desain chip dan sejumlah model AI canggih yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan maupun penyalahgunaan.

DeepSeek telah menjadi perhatian regulator dan pemerintah di berbagai negara sejak meluncurkan model penalaran R1 pada Januari 2025.

Kehadiran model tersebut mengguncang industri AI global dan turut memicu aksi jual besar-besaran saham Nvidia.

Pada September 2026, AS juga menuduh DeepSeek bersama lima perusahaan AI China lainnya, termasuk Alibaba dan Moonshot AI, menggunakan teknik distilasi model dalam skala besar untuk memperoleh informasi dari sistem AI perusahaan-perusahaan Amerika.

Distilasi model merupakan teknik yang memungkinkan pengembang memanfaatkan keluaran dari satu model AI sebagai bahan untuk melatih model lainnya.

Teknik tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membantu pengembang memperoleh kemampuan dari model AI pesaing tanpa harus membangun seluruh kemampuan itu dari awal.

OpenAI dan Anthropic sebelumnya juga menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan praktik tersebut.

OpenAI mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa pihaknya menemukan dugaan upaya DeepSeek melakukan distilasi terhadap model AI miliknya.

Sementara itu, Anthropic menyatakan telah mengidentifikasi dugaan upaya tidak sah oleh DeepSeek dan sejumlah laboratorium AI China lainnya untuk mengumpulkan keluaran dari model Claude.

Melalui kebijakan terbaru ini, AS memperluas pengawasan terhadap penggunaan teknologi AI asal China di lingkungan pemerintah federal, dengan fokus pada perlindungan data dan keamanan sistem.

Tags: AI ChinaAmerika SerikatAnthropicDeepSeekHeadlinekeamanan nasionalkebocoran datakecerdasan buatanMetaposopenai
Previous Post

Kebakaran KMP Batumandi, Seluruh Penumpang Dievakuasi

Next Post

Usai Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kurniawan Berharap Timnas Terus Berkembang

Related Posts

Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini
Tek & Oto

Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini

19 October 2026
Saklar rel memungkinkan kereta berpindah jalur dengan aman. Kenali cara kerja lidah wesel, rel persilangan, cek rel, dan motor penggeraknya.
Tek & Oto

Rahasia Teknologi yang Membuat Kereta Bisa Berpindah Jalur

19 October 2026
DeepSeek Hadapi Gangguan Berulang, Sumber Daya Komputasi Disorot
Tek & Oto

DeepSeek Hadapi Gangguan Berulang, Sumber Daya Komputasi Disorot

18 October 2026
AFC Awards 2026: Daftar Nominasi Pemain hingga Pelatih
Tek & Oto

Meta Luncurkan AI 816 Miliar Parameter untuk Mac

17 October 2026
Fondasi Burj Khalifa dirancang khusus untuk menghadapi tanah Dubai yang lemah, tekanan bangunan, dan risiko korosi. Ini teknologi di balik kekokohannya.
Tek & Oto

Teknologi di Balik Kokohnya Burj Khalifa Setinggi 828 Meter

19 October 2026
iPhone 18 Pro Resmi Dijual, Burgundy Jadi Warna Favorit
Tek & Oto

iPhone 18 Pro Resmi Dijual, Burgundy Jadi Warna Favorit

16 October 2026
Next Post
Usai Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kurniawan Berharap Timnas Terus Berkembang

Usai Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kurniawan Berharap Timnas Terus Berkembang

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini