Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Tesla Siapkan Cybercab untuk Pelanggan Akhir Tahun

metaposmedia by metaposmedia
23 October 2026
in Tek & Oto
Tesla berencana mulai menjual robot taksi Cybercab kepada pelanggan pada akhir 2026, meski regulator AS tengah menyelidiki standar keselamatan kendaraan tersebut.

Tesla berencana mulai menjual robot taksi Cybercab kepada pelanggan pada akhir 2026, meski regulator AS tengah menyelidiki standar keselamatan kendaraan tersebut.

Metapos.id, Jakarta – Tesla berencana mulai menjual kendaraan robot taksi Cybercab kepada pelanggan pada akhir 2026. Rencana ini diumumkan ketika regulator keselamatan otomotif Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki kepatuhan kendaraan otonom tersebut terhadap standar keselamatan.

Cybercab merupakan kendaraan otonom berkapasitas dua penumpang dengan desain berwarna emas. Kendaraan ini tidak dilengkapi roda kemudi maupun kontrol konvensional seperti mobil pada umumnya.

BACA JUGA

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI

Diblokir AS, DeepSeek Justru Dapat Suntikan Dana Besar

Dalam konferensi pendapatan kuartal ketiga perusahaan pada Rabu (20/10/2026), Wakil Presiden Bidang Teknik Tesla Lars Moravy mengatakan seluruh Cybercab yang diproduksi saat ini masih ditujukan untuk armada robotaxi milik perusahaan.

Namun, Tesla berencana mulai mengirimkan kendaraan tersebut kepada pelanggan dalam skala kecil.

“(Tesla) utamanya akan mengirimkan kendaraan otonom yang dirancang sepenuhnya kepada pelanggan kami,” kata Moravy, dikutip dari TechCrunch, Jumat (23/10/2026).

Ia menambahkan, Tesla akan mengembangkan proses pengiriman, kepemilikan, dan pengelolaan armada seiring bertambahnya pengalaman perusahaan dalam mengoperasikan kendaraan otonom.

Tesla Buka Peluang Penjualan Cybercab

Tesla sebelumnya mulai mengisyaratkan kemungkinan menjual kendaraan otonom kepada pihak ketiga pada bulan lalu, bertepatan dengan acara Cybercab di Austin. Perusahaan bahkan memasang formulir bagi pihak yang tertarik membeli robot taksi tersebut.

Meski demikian, saat itu belum jelas bagaimana rencana penjualan tersebut akan dijalankan.

CEO Tesla Elon Musk selama bertahun-tahun membicarakan rencana membangun armada robot taksi berbiaya rendah. Sebelumnya, strategi tersebut berfokus pada pengubahan mobil Tesla milik pribadi menjadi taksi swakemudi melalui pembaruan perangkat lunak.

Namun, rencana itu belum sepenuhnya terwujud. Pernyataan Musk dan manajemen Tesla belakangan menunjukkan adanya perubahan pendekatan, dengan Cybercab disiapkan sebagai kendaraan yang dirancang khusus untuk layanan transportasi.

Musk menjelaskan bahwa Cybercab terutama akan digunakan sebagai layanan transportasi, berbeda dengan model Tesla lain yang ditujukan untuk kepemilikan pribadi.

“Cybercab terutama akan ditawarkan sebagai layanan transportasi, sedangkan mobil kami yang lain akan lebih seperti, Anda tahu, mobil yang ingin Anda miliki, seperti Model 3 dan Model Y dan sebagainya, dan Roadster, tentu saja,” kata Musk dalam konferensi pendapatan pada Rabu.

“Tetapi, Anda tahu, sebagian besar kendaraan Cybercab pada dasarnya akan dimiliki oleh Tesla dan diangkut sebagai layanan,” tambahnya.

Fitur Mengemudi Otonom Masih Jadi Tantangan

Di sisi lain, pemilik Tesla saat ini dapat berlangganan Full Self-Driving (Supervised), sistem bantuan pengemudi yang mampu mengotomatiskan sejumlah tugas mengemudi. Namun, sistem tersebut tetap mengharuskan pengemudi untuk mengawasi perjalanan dan siap mengambil alih kendali.

Tesla terus merilis pembaruan perangkat lunak untuk meningkatkan kemampuan sistem tersebut. Meski demikian, pengemudi manusia masih diwajibkan terlibat selama kendaraan beroperasi.

Pada Rabu (20/10/2026), Musk mengatakan versi Full Self-Driving tanpa pengawasan ditargetkan meluncur kepada pelanggan sekitar kuartal II 2027. Target tersebut menjadi penundaan bagi pemilik Tesla yang telah membeli atau berlangganan perangkat lunak itu sejak beberapa tahun lalu.

Jika rencana penjualan Cybercab dan peluncuran FSD tanpa pengawasan berjalan sesuai target, pelanggan armada pihak ketiga berpotensi membeli Cybercab untuk mengoperasikan layanan robot taksi sebelum pemilik mobil Tesla pribadi memperoleh akses ke kemampuan otonom serupa.

Penyelidikan Regulator AS Jadi Hambatan

Rencana penjualan Cybercab masih menghadapi tantangan regulasi. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengumumkan penyelidikan terhadap Cybercab pada bulan lalu, beberapa jam setelah kendaraan tersebut mulai beroperasi di jalan umum di Austin.

Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal atau Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS) saat ini mensyaratkan sejumlah kontrol manual, termasuk pedal rem, serta fitur seperti kaca spion tengah dan samping.

Produsen kendaraan umumnya melakukan sertifikasi mandiri untuk menyatakan bahwa produknya memenuhi ketentuan tersebut, dan Tesla juga menerapkan proses itu.

Namun, regulasi yang berlaku belum sepenuhnya mengakomodasi kendaraan tanpa kontrol manual. Departemen Perhubungan AS baru-baru ini mengusulkan penghapusan sejumlah persyaratan tersebut untuk kendaraan yang dirancang beroperasi secara otonom.

NHTSA menyatakan penyelidikan dilakukan untuk “memeriksa proses dan data teknis yang diandalkan Tesla saat mensertifikasi Cybercab dan masalah terkait”.

Hasil penyelidikan tersebut dapat memengaruhi apakah Tesla atau pihak lain dapat mengoperasikan Cybercab secara legal. Dengan demikian, meski Tesla menargetkan penjualan pada akhir 2026, realisasi rencana itu masih bergantung pada perkembangan kepatuhan kendaraan terhadap aturan keselamatan yang berlaku.

Tags: cybercabElon muskFull Self-DrivingHeadlinekendaraan otonomMetaposNHTSArobot taksi Teslataksi swakemudiTesla
Previous Post

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI

Next Post

Banjir Bandang Mekkah Tewaskan Satu Anak, Satu Masih Hilang

Related Posts

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI
Tek & Oto

Google Chrome Tambah Fitur Deteksi Situs Penipuan Berbasis AI

23 October 2026
DeepSeek dikabarkan memperoleh pendanaan sekitar Rp100 triliun, di tengah pembatasan teknologi perusahaan AI China tersebut oleh pemerintah AS.
Tek & Oto

Diblokir AS, DeepSeek Justru Dapat Suntikan Dana Besar

23 October 2026
Meta Didenda Rp450 Triliun dalam Kasus Kebocoran Data Cambridge Analytica
Tek & Oto

Meta Didenda Rp450 Triliun dalam Kasus Kebocoran Data Cambridge Analytica

22 October 2026
Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla
Tek & Oto

Komdigi Tegaskan Tak Batasi Jangkauan Konten Kritik Karhutla

21 October 2026
Amerika Serikat memperluas larangan DeepSeek ke seluruh lembaga sipil federal karena kekhawatiran kebocoran data sensitif dan keamanan nasional.
Tek & Oto

AS Khawatir Data Pemerintah Bocor lewat DeepSeek

21 October 2026
Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini
Tek & Oto

Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini

19 October 2026
Next Post
Banjir Bandang Mekkah Tewaskan Satu Anak, Satu Masih Hilang

Banjir Bandang Mekkah Tewaskan Satu Anak, Satu Masih Hilang

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini