Metapos.id, Jakarta – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menegaskan kembali bahwa pedagang tidak diperkenankan berjualan di sepanjang jalur utama Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Sudirman-Thamrin.
Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi, menjelaskan kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan warga yang memanfaatkan CFD setiap akhir pekan.
Menurut dia, petugas akan tetap melakukan pengawasan dan penertiban terhadap aktivitas perdagangan yang melanggar aturan. Meski demikian, seluruh personel diminta mengedepankan cara-cara persuasif dan pendekatan yang lebih humanis.
Satriadi mengatakan insiden yang melibatkan seorang penjual es krim di kawasan Bundaran HI beberapa waktu lalu menjadi bahan evaluasi bagi jajarannya. Karena itu, Satpol PP berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme petugas saat bertugas di lapangan.
Di sisi lain, pihaknya juga menyambut berbagai kritik serta masukan dari masyarakat. Menurutnya, respons publik menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki pelayanan kepada warga.
“Kami akan terus melakukan perbaikan dan mengutamakan empati dalam menjalankan tugas penegakan peraturan,” kata Satriadi.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan petugas Satpol PP menghentikan seorang pedagang es krim yang berjualan menggunakan sepeda di area CFD Bundaran HI.
Video tersebut memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Setelah kejadian itu menjadi sorotan, Satpol PP DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul di tengah publik.
Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan aturan larangan berdagang di jalur utama CFD tetap berlaku. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga fungsi kawasan sebagai ruang publik yang nyaman bagi kegiatan olahraga, rekreasi, dan aktivitas warga lainnya.
Sementara itu, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pola penertiban di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar penegakan aturan berjalan lebih efektif tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.







