Metapos.id, Jakarta – Demonstrasi bertajuk “No Kings” yang berlangsung di pusat kota Los Angeles, Amerika Serikat, berubah menjadi tegang ketika aparat kepolisian menginstruksikan massa untuk membubarkan diri. Ribuan orang awalnya mengikuti aksi ini secara besar-besaran, namun kondisi memanas saat sebagian peserta tetap bertahan di lokasi.
Berdasarkan laporan sejumlah media, Kepolisian Los Angeles menetapkan status siaga taktis pada Sabtu malam. Aparat kemudian melakukan penutupan sejumlah jalan di sekitar lokasi serta mengamankan beberapa orang yang tidak mematuhi perintah pembubaran.
Ketegangan meningkat setelah rangkaian aksi damai dan pawai usai digelar. Insiden bentrokan dilaporkan terjadi di sekitar Pusat Penahanan Federal, yang selama ini menjadi titik rawan sejak diberlakukannya kebijakan penegakan imigrasi pada era pemerintahan Donald Trump.
Untuk mencegah gangguan lebih luas, pihak berwenang sebelumnya telah memasang pengamanan di akses keluar-masuk Jalan Tol 101.
Langkah ini diambil karena dalam aksi sebelumnya, massa sempat memasuki jalan tol dan menyebabkan kemacetan.
Aparat akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata guna membubarkan kerumunan yang tetap bertahan meski telah diberikan peringatan.













