Thursday, May 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, Ini Penjelasan BKSDA Jabar

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
29 March 2026
in Nasional
Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, Ini Penjelasan BKSDA Jabar

Metapos.id, Jakarta – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) memastikan penyebab kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, di Kebun Binatang Bandung akibat infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV). Virus ini dikenal sangat menular dan memiliki tingkat kematian tinggi, terutama pada satwa muda dari keluarga kucing.

Pelaksana Tugas Kepala BBKSDA Jabar, Ammy Nurwaty, mengungkapkan bahwa gejala awal mulai terlihat pada 22 Maret 2026.

BACA JUGA

DPR Soroti Risiko Penumpukan 5,3 Juta Ton Beras di Gudang Bulog

Komdigi Perkuat Pengawasan Usai Ratusan Ribu Anak Terpapar Judol

Saat itu, Hara dilaporkan mengalami penurunan kondisi fisik, disertai muntah dan diare.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya cacing, sehingga tim medis segera memberikan penanganan berupa obat antiparasit, obat penurun asam lambung, serta vitamin untuk menunjang pemulihan.

Untuk mencegah penyebaran penyakit, Huru yang berada dalam satu kandang turut diberikan perawatan serupa. Selain itu, kedua satwa dipisahkan sebagai langkah pencegahan agar infeksi tidak semakin meluas.

Dalam penanganannya, BBKSDA Jabar bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung serta tim dokter hewan dari Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat. Namun, kondisi Hara terus memburuk pada 23 Maret 2026 dengan gejala diare berdarah. Pada akhirnya, kedua anak harimau tersebut tidak dapat diselamatkan.

Tags: BBKSDA Jabarharimau BenggalainfeksikematianMetapos.idpenyebab
Previous Post

PSSI Awards 2026 Tegaskan Penghargaan untuk Semua Pelaku Sepak Bola Nasional

Next Post

Demo Anti Trump di LA Kian Memanas, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Related Posts

DPR Soroti Risiko Penumpukan 5,3 Juta Ton Beras di Gudang Bulog
Nasional

DPR Soroti Risiko Penumpukan 5,3 Juta Ton Beras di Gudang Bulog

14 May 2026
Komdigi Perkuat Pengawasan Usai Ratusan Ribu Anak Terpapar Judol
Nasional

Komdigi Perkuat Pengawasan Usai Ratusan Ribu Anak Terpapar Judol

14 May 2026
Jelang Idul Adha 2026, Pemerintah Jaga Stabilitas Stok dan Harga Pangan
Nasional

Jelang Idul Adha 2026, Pemerintah Jaga Stabilitas Stok dan Harga Pangan

14 May 2026
Parkir Blok M Square Kembali Normal, Warga Minta Pengelolaan Lebih Tertib
Nasional

Parkir Blok M Square Kembali Normal, Warga Minta Pengelolaan Lebih Tertib

14 May 2026
Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran
Nasional

Apa Itu Dam dalam Ibadah Haji? Ini Penjelasan dan Ketentuannya

14 May 2026
Astra Agro Bagikan Wawasan Bisnis Sawit Berkelanjutan kepada Mahasiswa UPN Veteran
Nasional

Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Wafat, Sah atau Tidak?

14 May 2026
Next Post
Demo Anti Trump di LA Kian Memanas, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo Anti Trump di LA Kian Memanas, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini