Friday, September 11, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, Ini Penjelasan BKSDA Jabar

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
29 March 2026
in Nasional
Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, Ini Penjelasan BKSDA Jabar

Metapos.id, Jakarta – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) memastikan penyebab kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, di Kebun Binatang Bandung akibat infeksi Feline Panleukopenia Virus (FPV). Virus ini dikenal sangat menular dan memiliki tingkat kematian tinggi, terutama pada satwa muda dari keluarga kucing.

Pelaksana Tugas Kepala BBKSDA Jabar, Ammy Nurwaty, mengungkapkan bahwa gejala awal mulai terlihat pada 22 Maret 2026.

BACA JUGA

Ingin Jadi Kades? Simak 12 Syarat dan Aturan Masa Jabatannya

Tiga Heli Chinook Jepang Bantu Karhutla Kalimantan

Saat itu, Hara dilaporkan mengalami penurunan kondisi fisik, disertai muntah dan diare.

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya cacing, sehingga tim medis segera memberikan penanganan berupa obat antiparasit, obat penurun asam lambung, serta vitamin untuk menunjang pemulihan.

Untuk mencegah penyebaran penyakit, Huru yang berada dalam satu kandang turut diberikan perawatan serupa. Selain itu, kedua satwa dipisahkan sebagai langkah pencegahan agar infeksi tidak semakin meluas.

Dalam penanganannya, BBKSDA Jabar bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung serta tim dokter hewan dari Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat. Namun, kondisi Hara terus memburuk pada 23 Maret 2026 dengan gejala diare berdarah. Pada akhirnya, kedua anak harimau tersebut tidak dapat diselamatkan.

Tags: BBKSDA Jabarharimau BenggalainfeksikematianMetapos.idpenyebab
Previous Post

PSSI Awards 2026 Tegaskan Penghargaan untuk Semua Pelaku Sepak Bola Nasional

Next Post

Demo Anti Trump di LA Kian Memanas, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Related Posts

Ingin Jadi Kades? Simak 12 Syarat dan Aturan Masa Jabatannya
Nasional

Ingin Jadi Kades? Simak 12 Syarat dan Aturan Masa Jabatannya

11 September 2026
Tiga helikopter Chinook Jepang tiba di Kalimantan Barat untuk membantu penanganan karhutla melalui misi water bombing.
Nasional

Tiga Heli Chinook Jepang Bantu Karhutla Kalimantan

11 September 2026
Mahfud: Tindak Pidana Judol Seharusnya Masuk RUU Perampasan Aset
Nasional

Mahfud: Tindak Pidana Judol Seharusnya Masuk RUU Perampasan Aset

11 September 2026
Sepanjang 2026, Semeru Paling Banyak Erupsi, Disusul Gunung Ibu
Nasional

Sepanjang 2026, Semeru Paling Banyak Erupsi, Disusul Gunung Ibu

11 September 2026
TNI AL Temukan Pelampung Tanpa Identitas di Lokasi Pencarian Jurnalis
Nasional

TNI AL Temukan Pelampung Tanpa Identitas di Lokasi Pencarian Jurnalis

11 September 2026
Sebut MUI Jatim Goblok Saat Siaran, Bos Sound Horeg Kini Minta Maaf
Nasional

Sebut MUI Jatim Goblok Saat Siaran, Bos Sound Horeg Kini Minta Maaf

10 September 2026
Next Post
Demo Anti Trump di LA Kian Memanas, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo Anti Trump di LA Kian Memanas, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini