Metapos.id, Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap adanya empat orang yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Para pelaku disebut telah mengikuti pergerakan korban selama beberapa waktu sebelum penyerangan terjadi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa keempat terduga pelaku menggunakan dua sepeda motor. Mereka sempat menunggu korban di kawasan Cikini, lalu membuntuti Andrie hingga menuju wilayah Salemba, Jakarta Pusat.
Dari hasil penyelidikan melalui rekaman CCTV, para pelaku terlihat berada di SPBU Cikini sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB. Setelah itu, mereka mengikuti korban hingga ke Jalan Salemba I, tepatnya di persimpangan Jalan Talang. Di lokasi tersebut, penyerangan terjadi sekitar pukul 23.37 WIB pada Kamis malam (12/3).
Akibat kejadian itu, Andrie mengalami luka bakar cukup serius. Tim medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyebutkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh.
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, mengatakan luka bakar yang dialami Andrie terdapat pada sejumlah area tubuh, seperti wajah, dada, kedua tangan, serta bagian mata.
Dimas menambahkan, insiden tersebut terjadi setelah Andrie mengikuti kegiatan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Podcast itu membahas topik mengenai remiliterisasi dan pengujian undang-undang di Indonesia.
Usai peristiwa tersebut, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.














