Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Tiga Penambang Lokal Diduga Terjebak di Tambang Emas Pongkor, Bogor

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
20 January 2026
in Nasional
Tiga Penambang Lokal Diduga Terjebak di Tambang Emas Pongkor, Bogor

Metapos.id, Jakarta — Tim SAR gabungan hingga kini masih melaksanakan operasi pencarian terhadap tiga penambang lokal yang diduga terjebak di kawasan tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pencarian dilakukan setelah peristiwa kepulan asap yang muncul di dalam lubang tambang sekitar sepekan lalu.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan laporan terkait dugaan keberadaan tiga penambang tersebut diterima pada Minggu (18/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi itu berasal dari keterangan sejumlah penambang yang berhasil menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

BACA JUGA

Cadangan Pertalite Nasional Tersedia untuk 16-20 Hari

Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri

“Berdasarkan informasi yang kami terima, masih ada tiga penambang yang diduga berada di dalam area tambang dan membutuhkan pertolongan,” ujar Desiana dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).
Ketiga penambang yang dilaporkan tertinggal masing-masing berinisial AK, AJ, dan AD. Mereka merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Dalam proses pencarian, tim SAR lebih dulu berkoordinasi dengan PT Aneka Tambang (Antam) sebagai pengelola wilayah tambang. Dari hasil koordinasi tersebut diketahui bahwa lokasi tambang yang dimasuki para penambang merupakan area yang telah ditutup dan tidak beroperasi selama lebih dari 10 tahun.

Desiana menjelaskan, sebelum melakukan upaya evakuasi, tim SAR melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi di dalam tambang. Hasil penilaian menunjukkan bahwa area tersebut memiliki risiko tinggi akibat struktur yang tidak stabil, akses yang sempit, serta adanya kandungan gas beracun yang berpotensi membahayakan keselamatan petugas.

“Kondisi di dalam tambang sangat berbahaya. Struktur labil dan keberadaan gas beracun menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi,” jelasnya.

Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas Special Group (BSG) dan Kantor SAR Jakarta, dengan pendampingan dari Emergency Response Team PT Antam. Seluruh tahapan pencarian dan evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan.

Sebelumnya, pihak kepolisian memastikan tidak terjadi ledakan di area tambang emas PT Antam UBPE Pongkor. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebut peristiwa yang terjadi adalah kemunculan kepulan asap pada Selasa (13/1) sekitar pukul 00.30 WIB di salah satu level tambang.

Hingga kini, penyebab kemunculan asap tersebut masih dalam proses penyelidikan karena tingginya kadar karbon monoksida di dalam lubang tambang. General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, mengungkapkan kadar karbon monoksida sempat mencapai sekitar 1.200 ppm, jauh di atas ambang batas aman, yang diduga berasal dari terbakarnya material kayu penyangga di dalam tambang.

Akibat kondisi yang membahayakan tersebut, seluruh aktivitas pertambangan di area terkait dihentikan sementara dan seluruh pekerja dievakuasi dari lokasi.

Tags: BogorMetapos.idpencarianPongkorPT AntamSAR gabungantiga penambang lokal
Previous Post

RUU Hak Cipta Revisi Tetapkan Royalti Pertunjukan Lunas 30 Hari

Next Post

Sidang Korupsi Minyak Mentah, Ahok Dijadwalkan Hadir Jadi Saksi Pekan Depan

Related Posts

Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.
Nasional

Cadangan Pertalite Nasional Tersedia untuk 16-20 Hari

20 October 2026
Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri
Nasional

Imigrasi Beberkan Rute Perjalanan Nusron Wahid ke Luar Negeri

20 October 2026
BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan seluas 7,22 hektare di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung pada 17–19 Oktober 2026.
Nasional

Karhutla Hanguskan Lahan di Sulteng hingga Bangka Belitung

20 October 2026
Pengacara keluarga Bharatu Valdo menegaskan korban bukan pelaku perundungan terhadap Bharada Andika, sementara penyidik masih mendalami motif penembakan.
Nasional

Motif Penembakan Bharatu Valdo Masih Didalami Penyidik

20 October 2026
Gus Yaqut Bantah Perintahkan Pengumpulan Fee Haji
Nasional

Gus Yaqut Bantah Perintahkan Pengumpulan Fee Haji

20 October 2026
Karhutla Kepung Empat Kawasan Gunung di Jatim, Pemadaman Masih Berlangsung
Nasional

Karhutla Kepung Empat Kawasan Gunung di Jatim, Pemadaman Masih Berlangsung

20 October 2026
Next Post
Sidang Korupsi Minyak Mentah, Ahok Dijadwalkan Hadir Jadi Saksi Pekan Depan

Sidang Korupsi Minyak Mentah, Ahok Dijadwalkan Hadir Jadi Saksi Pekan Depan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini