Metapos.id, Jakarta — Tim SAR gabungan hingga kini masih melaksanakan operasi pencarian terhadap tiga penambang lokal yang diduga terjebak di kawasan tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pencarian dilakukan setelah peristiwa kepulan asap yang muncul di dalam lubang tambang sekitar sepekan lalu.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan laporan terkait dugaan keberadaan tiga penambang tersebut diterima pada Minggu (18/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi itu berasal dari keterangan sejumlah penambang yang berhasil menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, masih ada tiga penambang yang diduga berada di dalam area tambang dan membutuhkan pertolongan,” ujar Desiana dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).
Ketiga penambang yang dilaporkan tertinggal masing-masing berinisial AK, AJ, dan AD. Mereka merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Dalam proses pencarian, tim SAR lebih dulu berkoordinasi dengan PT Aneka Tambang (Antam) sebagai pengelola wilayah tambang. Dari hasil koordinasi tersebut diketahui bahwa lokasi tambang yang dimasuki para penambang merupakan area yang telah ditutup dan tidak beroperasi selama lebih dari 10 tahun.
Desiana menjelaskan, sebelum melakukan upaya evakuasi, tim SAR melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi di dalam tambang. Hasil penilaian menunjukkan bahwa area tersebut memiliki risiko tinggi akibat struktur yang tidak stabil, akses yang sempit, serta adanya kandungan gas beracun yang berpotensi membahayakan keselamatan petugas.
“Kondisi di dalam tambang sangat berbahaya. Struktur labil dan keberadaan gas beracun menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi,” jelasnya.
Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas Special Group (BSG) dan Kantor SAR Jakarta, dengan pendampingan dari Emergency Response Team PT Antam. Seluruh tahapan pencarian dan evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan.
Sebelumnya, pihak kepolisian memastikan tidak terjadi ledakan di area tambang emas PT Antam UBPE Pongkor. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebut peristiwa yang terjadi adalah kemunculan kepulan asap pada Selasa (13/1) sekitar pukul 00.30 WIB di salah satu level tambang.
Hingga kini, penyebab kemunculan asap tersebut masih dalam proses penyelidikan karena tingginya kadar karbon monoksida di dalam lubang tambang. General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, mengungkapkan kadar karbon monoksida sempat mencapai sekitar 1.200 ppm, jauh di atas ambang batas aman, yang diduga berasal dari terbakarnya material kayu penyangga di dalam tambang.
Akibat kondisi yang membahayakan tersebut, seluruh aktivitas pertambangan di area terkait dihentikan sementara dan seluruh pekerja dievakuasi dari lokasi.













