Metapos.id, Jakarta — Rutan Kelas I Depok tengah mengusut video yang memperlihatkan dugaan penggunaan narkotika oleh warga binaan di dalam tahanan.
Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menelusuri kasus tersebut.
“Ya, setelah kami investigasi, apa yang ada di video (penggunaan narkotika) tersebut memang berada di Rutan Depok,” ujar Galih, dikutip dari berbagai sumber, Senin (5/10/2026).
Menurut Galih, pemeriksaan telah dilakukan terhadap warga binaan yang berada di ruangan tempat dugaan penyalahgunaan narkotika itu berlangsung. Sekitar 22 warga binaan diketahui berada di lokasi tersebut.
“Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar tiga sampai empat orang,” jelas Galih.
Pihak rutan juga mendalami dugaan adanya petugas yang membantu memasukkan barang terlarang ke dalam lingkungan rutan. Saat ini, dua petugas disebut tengah diperiksa karena diduga memiliki keterkaitan dengan masuknya narkotika maupun telepon seluler.
“Kalau diduga, iya, ini sedang dalam proses penanganan, untuk sementara ini dua orang. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di pembinaan,” terang Galih.
Galih menyebut pengawasan di Rutan Depok menghadapi kendala jumlah personel. Saat ini terdapat 1.279 warga binaan, sedangkan petugas yang berjaga dalam setiap sif hanya sekitar 10 orang.
“Sif berjaga itu sepuluh orang. Makanya kemarin (razia gabungan) kami tetap berusaha untuk mendukung pelaksanaan tugas dan komitmen Rutan Depok ini, kami menggandeng pihak eksternal. Dari Kodim, dari Polres, dari BNNK, juga dari Brimob,” tutur Galih.
Ditjenpas Jawa Barat Ikut Periksa
Kasus tersebut turut mendapat perhatian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat. Pemeriksaan dilakukan setelah rekaman yang diduga memperlihatkan warga binaan menggunakan sabu dan berjoget menyebar di media sosial.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Yudi Suseno mengatakan tim gabungan sedang menelusuri kebenaran video sekaligus memeriksa pihak-pihak yang diduga berkaitan.
“Pokoknya siapapun menurut hasil pemeriksaan terindikasi terkait dengan masalah tersebut pasti ditindak. Malah kita akan proses hukum jika ada unsur pidananya,” ujar Yudi saat dihubungi awak media, Minggu (4/10/2026).
Yudi mengatakan pencegahan pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan melalui pengawasan dan pemberian peringatan kepada petugas maupun warga binaan.
Di wilayah Jawa Barat, jumlah pegawai Ditjenpas mencapai sekitar 3.400 orang. Namun, personel yang secara khusus bertugas dalam pengamanan hanya sekitar 500 orang untuk seluruh unit pemasyarakatan.
“Dari jumlah total pegawai, petugas pengamanannya hanya 500 an orang untuk seluruh UPT di Jawa Barat terdiri dari 33 lapas, rutan dan LPKA serta enam Bapas,” jelas Yudi.
Meski jumlah petugas terbatas, Yudi memastikan pengawasan tetap menjadi prioritas. Ia juga menyatakan evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pemasyarakatan di Jawa Barat.
“Ikhtiar kita untuk pemasyarakatan khususnya di Jabar akan lebih baik ke depannya.mohon dukungannya juga untuk kebaikan dan perbaikan institusi kami, khususnya di Jabar ini,” terang Yudi.
Video Dugaan Pesta Sabu Beredar
Sebelumnya, rekaman video yang diduga diambil dari dalam Rutan Kelas I Depok beredar luas melalui media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang yang diduga merupakan warga binaan berada di sebuah ruangan sambil menikmati musik. Dua orang tampak berjoget dalam suasana yang menggunakan pencahayaan menyerupai lampu disko.
Rekaman itu juga memperlihatkan seseorang yang mengenakan topi memegang benda yang diduga merupakan alat isap narkotika. Namun, kepemilikan serta identitas pihak yang merekam video tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Di dalam ruangan juga terlihat sebuah kaus bertuliskan “Blok A”. Pihak berwenang masih mendalami bagaimana narkotika dan telepon seluler dapat berada di dalam area rutan serta siapa saja yang terlibat.







