Friday, September 11, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Usai Tembak ASN Papua, Pelaku Ambil HP dan Video Call Keluarga

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
11 September 2026
in News
Usai Tembak ASN Papua, Pelaku Ambil HP dan Video Call Keluarga

Metapos.id, Jakarta — Pelaku penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, diduga mengambil telepon seluler milik Willi Mbuik, salah satu korban yang tewas dalam insiden tersebut.

Ponsel milik Willi kemudian diduga digunakan pelaku untuk menghubungi keluarganya melalui panggilan video. Percakapan tersebut belakangan beredar di media sosial.

BACA JUGA

Dampak Karhutla Meluas, Ratusan Warga Terluka dan 4 Meninggal

7 Pemimpin Negara Bergaji Tertinggi 2026, Siapa yang Paling Besar?

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, mengonfirmasi bahwa pelaku memang sempat melakukan video call dengan keluarga korban.

“Iya betul (pelaku video call dengan keluarga korban),” kata Faizal, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (11/9/26).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa aparat belum mengetahui secara pasti isi komunikasi dalam panggilan tersebut.

Hal itu karena percakapan menggunakan bahasa Papua. Polisi masih melakukan penerjemahan untuk memahami pembicaraan antara pelaku dan keluarga korban.

“Bahasa Papua, masih perlu diterjemahkan,” katanya.

Rekaman yang beredar memperlihatkan seseorang yang diduga sebagai pelaku tengah berkomunikasi dengan pihak keluarga Willi melalui video call. Dalam rekaman tersebut, sosok yang berada di hadapan kamera terlihat sempat tersenyum.

Keluarga korban kemudian mempertanyakan alasan Willi ditembak. Mereka juga menyampaikan bahwa tindakan tersebut akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

“Anak saya ada masalah apa kau bunuh, kau tembak,” tanya laki-laki yang berbicara dengan terduga pelaku.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Rabu (9/9) dan menyebabkan tiga ASN Pemkab Jayawijaya meninggal dunia. Mereka adalah Aprida Rapi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya; Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya; serta Willi Mbuik yang merupakan calon PNS.

Aparat keamanan kini masih memburu pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut. Polisi telah memeriksa saksi yang selamat dan memperoleh informasi mengenai ciri-ciri terduga pelaku.

“Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya. Tim sudah melakukan pengejaran,” kata Yusuf.

Dalam penyelidikan di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi penembakan.

“Kita temukan tiga selongsong, di antaranya dua berukuran 5,56 milimeter, ini amunisi dari senjata api laras panjang. Lalu satu selongsong kaliber 9 milimeter, ini adalah amunisi dari senjata api laras pendek,” ujarnya.

Selain selongsong peluru, polisi menemukan adanya jejak darah di sekitar tempat kejadian. Barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan kronologi penembakan terhadap ketiga ASN tersebut.

Tags: KKBkonflik PapuaMetapos.idOperasi Damai CartenzPapuapenembakan ASN Jayawijayavideo call keluarga korbanWilli Mbuik
Previous Post

PSSI Imbau Suporter Jaga Keamanan Persija vs Persib

Next Post

Sepanjang 2026, Semeru Paling Banyak Erupsi, Disusul Gunung Ibu

Related Posts

Dampak Karhutla Meluas, Ratusan Warga Terluka dan 4 Meninggal
News

Dampak Karhutla Meluas, Ratusan Warga Terluka dan 4 Meninggal

11 September 2026
7 Pemimpin Negara Bergaji Tertinggi 2026, Siapa yang Paling Besar?
News

7 Pemimpin Negara Bergaji Tertinggi 2026, Siapa yang Paling Besar?

11 September 2026
Rp1 Triliun Masuk Sitaan Kejagung, Siapa yang Bakal Jadi Tersangka PT PSMI
News

Rp1 Triliun Masuk Sitaan Kejagung, Siapa yang Bakal Jadi Tersangka PT PSMI

11 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Makin Luas, SAR Andalkan Drone Termal
News

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Makin Luas, SAR Andalkan Drone Termal

10 September 2026
Benyamin S Award 2026 Kembali Digelar, 52 Kelurahan Bersaing
News

Benyamin S Award 2026 Kembali Digelar, 52 Kelurahan Bersaing

10 September 2026
Bonus Rp3 Miliar Menanti Atlet Indonesia Peraih Emas Asian Games
News

Bonus Rp3 Miliar Menanti Atlet Indonesia Peraih Emas Asian Games

9 September 2026
Next Post
Sepanjang 2026, Semeru Paling Banyak Erupsi, Disusul Gunung Ibu

Sepanjang 2026, Semeru Paling Banyak Erupsi, Disusul Gunung Ibu

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini