Metapos.id, Jakarta — Upaya menemukan lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan tim SAR gabungan. Wilayah pencarian kini diperluas hingga sejumlah titik di perairan Selat Sunda, Banten.
Rombongan jurnalis diketahui bertolak dari kawasan Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat menuju sekitar Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik.
Akan tetapi, komunikasi dengan rombongan terputus dan mereka tidak kunjung kembali. Sampai Rabu (9/9/2026), keberadaan mereka masih belum diketahui.
“Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyampaikan bahwa penyisiran pada hari pertama belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan. Kapal yang mereka gunakan juga belum berhasil ditemukan”, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (10/9/26).
Dalam perjalanan tersebut terdapat delapan orang. Lima di antaranya merupakan jurnalis, sedangkan tiga lainnya adalah kapten kapal Warta (55), anak buah kapal Surakman (60), dan pemandu atau guide Heriyanto (49).
Kelima jurnalis yang masih menjadi target pencarian adalah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.
Perluasan operasi dilakukan setelah tim melakukan evaluasi terhadap hasil pencarian sebelumnya. Kondisi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi pelaksanaan operasi.
Aktivitas vulkanik dan abu yang masih menyebar membuat pencarian menggunakan jalur udara belum dapat dilakukan secara optimal. Karena itu, tim gabungan masih mengandalkan penyisiran melalui laut.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan personel Polri, TNI, Basarnas, dan relawan tetap melakukan pencarian melalui jalur laut. Pemantauan dari udara akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebagai dukungan tambahan, Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal yang ditempatkan di KN SAR Tetuka. Perangkat tersebut dapat digunakan untuk membantu pemantauan dari udara.
Penggunaan drone menjadi alternatif karena kondisi abu vulkanik masih menimbulkan risiko apabila pencarian dilakukan menggunakan helikopter atau pesawat.
Pada Selasa (8/9), KN SAR Tetuka sebelumnya telah melakukan penyisiran hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, pencarian pada malam hari dihentikan karena kondisi laut dan jarak pandang dinilai kurang mendukung.
Upaya pencarian juga mendapat perhatian dari DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta seluruh instansi terkait mengoptimalkan operasi untuk menemukan kelima jurnalis tersebut.
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa juga mendorong Basarnas terus melakukan pencarian. Meski demikian, keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama selama operasi berlangsung.
Sampai Rabu (9/9/2026), tim SAR masih menyisir perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Area pencarian diperluas dengan tetap mempertimbangkan kondisi laut dan perkembangan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.






