Friday, July 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Tragedi Chernobyl 1986: Kesalahan Uji Coba Picu Ledakan Nuklir Mematikan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
21 February 2026
in Nasional
Arab Saudi Salurkan BLT Ramadan 3 Miliar Riyal, Ini Besaran yang Diterima Warga

Metapos.id, Jakarta – Dunia pernah diguncang salah satu bencana nuklir terbesar dalam sejarah, yakni ledakan di Chernobyl Nuclear Power Plant pada 26 April 1986. Insiden ini menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa ratusan ribu warga meninggalkan kampung halaman mereka selama ribuan tahun akibat paparan radiasi.

Pembangkit nuklir tersebut merupakan bagian dari ambisi besar Uni Soviet untuk memiliki fasilitas nuklir terbesar di dunia. Sejak 1977, reaktor berkekuatan 1.000 megawatt mulai beroperasi dan mampu menyuplai listrik dalam skala besar. Hingga 1986, terdapat empat reaktor aktif di lokasi tersebut, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap pengembangan dan pengujian.

BACA JUGA

Petinggi KPK Sambangi Purbaya di Kemenkeu, Ada Apa?

Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Polisi, Imbau Publik Tak Berspekulasi

Bencana bermula dari uji coba sistem pendinginan reaktor. Secara teori, turbin generator tetap dapat memasok air pendingin meski terjadi gangguan listrik, sehingga inti reaktor tetap berada pada suhu aman. Namun, uji coba yang dilakukan malam itu berjalan di luar rencana.

Menurut laporan yang dikutip dari The Guardian, pengujian dilakukan dalam kondisi yang tidak ideal. Daya reaktor turun drastis hingga sekitar 200 megawatt, jauh di bawah batas aman minimal 700 megawatt. Meski demikian, uji coba tetap dilanjutkan.

Keputusan tersebut disebut melibatkan Deputi Kepala Teknisi Anatoly Dyatlov dan Kepala Teknisi Nikolai Fomin. Dalam situasi tekanan dan kurangnya keterbukaan terhadap risiko teknis, para teknisi tetap menjalankan prosedur meski menyadari potensi bahaya.

Ketika generator diaktifkan, pasokan daya tidak stabil dan sistem pendingin gagal mempertahankan suhu inti reaktor. Para teknisi kemudian menekan tombol darurat SCRAM untuk menghentikan reaksi nuklir. Namun, sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya. Akibatnya, suhu inti melonjak hingga sekitar 3.000 derajat Celsius sebelum akhirnya terjadi ledakan dahsyat yang menghancurkan reaktor.

Radiasi dalam jumlah besar langsung menyebar ke udara saat sebagian besar warga masih tertidur. Banyak yang tidak menyadari bahaya tersebut hingga keesokan harinya ketika partikel radioaktif sudah tersebar luas. Paparan radiasi tinggi menyebabkan dampak kesehatan jangka panjang.

Data dari BBC mencatat sekitar 90.000 orang meninggal dunia akibat dampak radiasi jangka panjang, sementara sekitar 600.000 orang lainnya terpapar. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa radiasi menyebar hingga ratusan ribu kilometer, mencapai berbagai wilayah di Eropa.

Hingga kini, kawasan Chernobyl masih dinyatakan tidak layak huni dan diperkirakan baru akan aman dalam waktu yang sangat panjang akibat kontaminasi radiasi yang masif.

Tragedi Chernobyl menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan tinggi, kesiapan teknis, serta transparansi dalam pengelolaan teknologi berisiko tinggi seperti energi nuklir.

Tags: Anatoly DyatlovChernobyl 1986ledakan nuklir ChernobylMetapos.idNikolai Fominradiasi nuklir Eropauji coba reaktor nuklirUni Soviet
Previous Post

Indonesia Kirim 8.000 Prajurit ke Gaza, Menlu: Keamanan dan Kesejahteraan Tak Boleh Dikorbankan

Next Post

Berburu Takjil Makin Seru! 8 Spot War Takjil Terhits Jakarta Ramadhan 2026

Related Posts

Petinggi KPK Sambangi Purbaya di Kemenkeu, Ada Apa?
Nasional

Petinggi KPK Sambangi Purbaya di Kemenkeu, Ada Apa?

9 July 2026
Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Polisi, Imbau Publik Tak Berspekulasi
Nasional

Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Polisi, Imbau Publik Tak Berspekulasi

9 July 2026
Heboh Kabar Penunggak Pajak Kendaraan Tak Bisa Beli Pertalite, Pertamina Buka Suara
Nasional

Heboh Kabar Penunggak Pajak Kendaraan Tak Bisa Beli Pertalite, Pertamina Buka Suara

9 July 2026
Kasus Dugaan TPPU, Uang Rp67 Miliar Disita dari Restoran de Clan dan Money Changer
Nasional

Kasus Dugaan TPPU, Uang Rp67 Miliar Disita dari Restoran de Clan dan Money Changer

9 July 2026
Rumah Jampidsus Febrie Dijaga Lebih dari 20 Prajurit TNI, Ada Kaitannya dengan Penggeledahan De Clan?
Nasional

Rumah Jampidsus Febrie Dijaga Lebih dari 20 Prajurit TNI, Ada Kaitannya dengan Penggeledahan De Clan?

8 July 2026
Polisi Peringatkan Jangan Halangi Penyidikan di Penggeledahan Cafe de’Clan
Nasional

Polisi Peringatkan Jangan Halangi Penyidikan di Penggeledahan Cafe de’Clan

8 July 2026
Next Post
Berburu Takjil Makin Seru! 8 Spot War Takjil Terhits Jakarta Ramadhan 2026

Berburu Takjil Makin Seru! 8 Spot War Takjil Terhits Jakarta Ramadhan 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini