Metapos.id, Jakarta – Polisi membeberkan dugaan awal penyebab kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa itu diduga berawal dari taksi listrik Green SM yang mengalami kendala teknis.
Menurut polisi, mobil tersebut melintas di perlintasan Ampera. Namun, kendaraan tiba-tiba berhenti di tengah rel akibat gangguan kelistrikan.
Beberapa saat kemudian, kereta yang melintas menghantam kendaraan itu. Meski demikian, benturan pertama hanya menimbulkan kerusakan pada mobil.
Sesudah itu, proses penanganan dan evakuasi menghambat perjalanan kereta lain. Sejumlah layanan KRL Commuter Line juga sempat tertunda.
Di sisi lain, polisi menduga ada hambatan komunikasi di lapangan. Karena itu, informasi terkait kondisi jalur tidak tersampaikan secara utuh.
KA Argo Bromo Anggrek lalu melaju dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per jam. Namun, masinis diduga belum menerima laporan lengkap mengenai situasi di depan.
Akibatnya, benturan antara kereta jarak jauh dan KRL tidak dapat dicegah. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus itu. Tim penyidik memakai metode Traffic Accident Analysis atau TAA.
Metode tersebut digunakan untuk menyusun rangkaian kejadian secara rinci. Selain itu, polisi ingin memastikan siapa pihak yang harus bertanggung jawab.
Polisi juga menegaskan lokasi itu bukan perlintasan resmi. Palang pintu di area tersebut disebut merupakan swadaya warga sekitar.






