Wednesday, July 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Terungkap! Gangguan Taksi Green SM Jadi Awal Tragedi Kereta Bekasi Timur

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
28 April 2026
in Nasional
Terungkap! Gangguan Taksi Green SM Jadi Awal Tragedi Kereta Bekasi Timur

Metapos.id, Jakarta – Polisi membeberkan dugaan awal penyebab kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa itu diduga berawal dari taksi listrik Green SM yang mengalami kendala teknis.

Menurut polisi, mobil tersebut melintas di perlintasan Ampera. Namun, kendaraan tiba-tiba berhenti di tengah rel akibat gangguan kelistrikan.

BACA JUGA

BMKG Pastikan Indonesia Masuki Fase El Nino Kuat, Risiko Kekeringan Meningkat

Ratusan Pekerja Garmen Terancam PHK, Menaker Pastikan Pemerintah Cari Solusi

Beberapa saat kemudian, kereta yang melintas menghantam kendaraan itu. Meski demikian, benturan pertama hanya menimbulkan kerusakan pada mobil.

Sesudah itu, proses penanganan dan evakuasi menghambat perjalanan kereta lain. Sejumlah layanan KRL Commuter Line juga sempat tertunda.

Di sisi lain, polisi menduga ada hambatan komunikasi di lapangan. Karena itu, informasi terkait kondisi jalur tidak tersampaikan secara utuh.

KA Argo Bromo Anggrek lalu melaju dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per jam. Namun, masinis diduga belum menerima laporan lengkap mengenai situasi di depan.

Akibatnya, benturan antara kereta jarak jauh dan KRL tidak dapat dicegah. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus itu. Tim penyidik memakai metode Traffic Accident Analysis atau TAA.

Metode tersebut digunakan untuk menyusun rangkaian kejadian secara rinci. Selain itu, polisi ingin memastikan siapa pihak yang harus bertanggung jawab.

Polisi juga menegaskan lokasi itu bukan perlintasan resmi. Palang pintu di area tersebut disebut merupakan swadaya warga sekitar.

Tags: dugaankecelakaan keretaMetapos.idPolisitaksi listrik Green SM
Previous Post

Gempa Kecil Goyang Keerom Papua, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Next Post

1.720 SPPG Disetop Sementara pada 2026, Tetap Terima Insentif Rp6 Juta per Hari

Related Posts

BMKG Pastikan Indonesia Masuki Fase El Nino Kuat, Risiko Kekeringan Meningkat
Nasional

BMKG Pastikan Indonesia Masuki Fase El Nino Kuat, Risiko Kekeringan Meningkat

29 July 2026
Ratusan Pekerja Garmen Terancam PHK, Menaker Pastikan Pemerintah Cari Solusi
Nasional

Ratusan Pekerja Garmen Terancam PHK, Menaker Pastikan Pemerintah Cari Solusi

29 July 2026
Menaker Ungkap Uang Saku Magang Nasional Akan Naik Mulai 2027
Nasional

Menaker Ungkap Uang Saku Magang Nasional Akan Naik Mulai 2027

29 July 2026
Kemendag Perkuat Perlindungan Konsumen Lewat Edukasi Depot Air Minum Isi Ulang
Nasional

Kemendag Perkuat Perlindungan Konsumen Lewat Edukasi Depot Air Minum Isi Ulang

28 July 2026
Tim Hukum Nadiem Makarim Adukan Dugaan Intimidasi Saksi ke KY
Nasional

Tim Hukum Nadiem Makarim Adukan Dugaan Intimidasi Saksi ke KY

28 July 2026
Xu Peng Tinggalkan Dunia Akting, Kini Jual Sayur akibat AI
Nasional

DPR Minta Polisi Bongkar Misteri Kematian Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

28 July 2026
Next Post
1.720 SPPG Disetop Sementara pada 2026, Tetap Terima Insentif Rp6 Juta per Hari

1.720 SPPG Disetop Sementara pada 2026, Tetap Terima Insentif Rp6 Juta per Hari

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini