Metapos.id, Jakarta – Biaya masuk atau uang pangkal masih menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan calon mahasiswa dan orang tua sebelum memilih program studi Kedokteran di perguruan tinggi negeri (PTN).
Biaya tersebut umumnya berlaku bagi peserta yang lolos melalui jalur seleksi mandiri. Oleh sebab itu, perencanaan anggaran kuliah sejak awal menjadi langkah yang perlu dilakukan.
Di lingkungan kampus, uang pangkal sering dikenal dengan istilah Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Perguruan tinggi memanfaatkan dana ini untuk mendukung pengembangan sarana, fasilitas, dan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan.
Sementara itu, pemerintah juga menetapkan aturan terkait komponen biaya pendidikan tinggi melalui kebijakan yang berlaku. Namun, masing-masing kampus tetap menentukan skema pembayaran sesuai ketentuan internal dan kelompok ekonomi mahasiswa.
Nominal uang pangkal pun berbeda di setiap perguruan tinggi. Selain jalur penerimaan, kemampuan ekonomi mahasiswa juga dapat memengaruhi besarannya.
Sebagai gambaran, berikut rincian uang pangkal program S1 Kedokteran di sejumlah PTN untuk tahun akademik 2026:
Universitas Indonesia (UI): Rp0–Rp120 juta sesuai kelompok UKT
IPB University: Rp135–150 juta
UPN Veteran Jakarta: Rp260–280 juta
Universitas Padjadjaran (Unpad): Rp195 juta
Universitas Gadjah Mada (UGM): Rp30 juta untuk kategori tertentu
Universitas Sebelas Maret (UNS): Rp25 juta–Rp269,92 juta
Universitas Airlangga (Unair): Rp200 juta
Universitas Brawijaya (UB): Rp150–225 juta
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Rp150 juta
Universitas Negeri Surabaya (Unesa): Rp200–250 juta
Dari daftar tersebut, UPN Veteran Jakarta mencatat kisaran uang pangkal paling tinggi. Di sisi lain, UI dan UGM masih membuka opsi biaya awal yang lebih rendah pada kategori tertentu.
Meski demikian, calon mahasiswa tidak sebaiknya hanya berfokus pada uang pangkal. Biaya lain seperti UKT, kebutuhan akademik, dan pengeluaran selama masa studi juga perlu masuk dalam perhitungan.
Karena itu, calon mahasiswa disarankan selalu mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi penerimaan masing-masing kampus. Dengan begitu, rencana biaya pendidikan dapat disusun lebih matang dan sesuai kebutuhan






