Saturday, June 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Raih Industri Hijau Kinerja Terbaik, Petrokimia Gresik Komitmen Optimalisasi Transisi Energi Dan Pemanfaatan Gipsum

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
2 December 2022
in Ekbis
Raih Industri Hijau Kinerja Terbaik, Petrokimia Gresik Komitmen Optimalisasi Transisi Energi Dan Pemanfaatan Gipsum

JAKARTA,Metapos.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia meraih penghargaan Industri Hijau Kinerja Terbaik 2022 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia atas komitmen perusahaan dalam
pengelolaan lingkungan, beberapa waktu yang lalu.Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa upaya
pengelolaan lingkungan yang dijalankan Petrokimia Gresik diantaranya adalah
optimalisasi penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT), dan pemanfaatan gipsum untuk meminimalisasi gas rumah kaca.


“Penggunaan energi harus bijak dengan mengedepankan aspek lingkungan.
Petrokimia Gresik pelan tapi pasti, terus mengoptimalkan penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, seperti tenaga surya dan geothermal,” ujar Dwi Satriyo.Upaya nyata pengelolaan lingkungan hidup oleh Petrokimia Gresik dalam pemanfaatan energi hijau diantaranya melalui transisi energi yang sempat menjadi isu utama dalam
Presidensi G20 Indonesia. Pertama, Petrokimia Gresik telah membangun solar cell di area Pelabuhan dengan kapasitas 22 kWp.

BACA JUGA

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

Sumber energi ini dimanfaatkan untuk
operasional Pelabuhan Petrokimia Gresik yang saat ini juga telah menerapkan konsep Green Port.
Selain menyumbang produksi energi yang ramah lingkungan, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tersebut saat ini telah mampu berkontribusi menurunkan emisi gas karbondioksida (CO2) sebesar 8,78 ton.
“Upaya transisi energi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengelolaan lingkungan, tapi juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan dengan menyumbangkan efisiensi sebesar 73,24 persen dari penggunaan sumber listrik pengoperasian Pelabuhan sebelumnya,” ujar Dwi Satriyo.


Kedua dan ketiga, Petrokimia Gresik telah memanfaatkan Penerangan Jalan Umum
(PJU) bertenaga surya di beberapa kawasan perusahaan, serta penggunaan suplai listrik dari pembangkit geothermal bekerja sama dengan PLN untuk kebutuhan operasional perusahaan.
“Penggunaan suplai listrik berpembangkit geothermal dari PLN ini dibuktikan dengan
Renewable Energy Certificate (REC) sebesar 1800 unit atau setara 2,5 Mega Watt produksi listrik,” ujar Dwi Satriyo.
Petrokimia Gresik selanjutnya juga melakukan substitusi kendaraan pabrik atau “plant use” yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik. Sampai saat ini sudah ada 150 unit kendaraan listrik yang telah beroperasi.

Transisi energi yang dijalankan Petrokimia Gresik ini, selain menindaklanjuti Arahan
dari Menteri BUMN Erick Thohir, juga selaras dengan lima inisiatif strategis yang
digagas Pemerintah dalam upaya dekarbonisasi untuk mencapai target nol emisi karbon di tahun 2060, diantaranya mengembangkan kapasitas energi baru dan terbarukan (EBT); mengurangi ketergantungan pemenuhan listrik dengan PLTU; dan membangun ekosistem kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan.


Selain itu, program kelima yang dijalankan Petrokimia Gresik adalah pemanfaatan
produk sekunder yaitu gipsum yang telah dinyatakan sebagai Limbah Non Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3) Khusus sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagai bahan baku pupuk. Adapun total pemanfaatan gipsum untuk memproduksi pupuk ZA selama periode 2015-2022 sebanyak 1.689.405 ton, dimana Pupuk ini dapat meningkatkan produksi hasil tebu dan tanaman hijau menjadi lebih segar.


Petrokimia Gresik juga mengoptimalkan 1.249.872,46 ton gipsum untuk produksi NCG dan Petro-Cas di periode yang sama. NCG sendiri dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan bata ringan, plasterboard. Sementara untuk Petro-Cas diproduksi Petrokimia Gresik untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman.


Di sisi lain, untuk memproduksi purified gypsum, Petrokimia Gresik telah memanfaatkan gipsum hingga 5.247.342,24 ton, selama 2015 hingga 2022. Purified Gypsum sendiri
diproduksi untuk mendukung kemajuan industri semen nasional, yaitu sebagai bahan penolong.Dari pemanfaatan gipsum selama tujuh tahun ini, Petrokimia Gresik mampu mereduksi gas rumah kaca kurang lebih sebesar 89,15 ton karbon dioksida dari penggunaan alat transportasi dan alat berat.


“Optimalisasi energi hijau serta pemanfaatan gipsum ini menjadi upaya Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup, karena kepedulian terhadap lingkungan menjadi instrumen penting untuk keberlangsungan
perusahaan,” tutupnya.
Petrokimia Gresik sendiri telah mengikuti ajang ini sejak tahun 2012 dan berhasil
mendapatkan penghargaan Level 5 sebanyak sembilan kali, mulai dari tahun 2021 hingga tahun 2018 dan tahun 2021. Atas capaian tersebut, Petrokimia Gresik tahun ini berhasil meraih penghargaan Industri Hijau Kinerja Terbaik.

Tags: Metapos.idPetrokimia Gresik
Previous Post

BTN Siap Dukung Staircasing Shared Ownership

Next Post

Inflasi November Lebih Rendah dari Perkiraan, Bukti Stabilitas Terus Terjaga

Related Posts

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz
Ekbis

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz

20 June 2026
Perkuat Peran Pemda dalam Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kemendagri
Ekbis

Harga Pertamax Masih Bertahan, Pemerintah Tunggu Dampak Pembukaan Selat Hormuz

19 June 2026
RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030
Ekbis

RUPS KSEI Tetapkan Dewan Komisaris Periode 2026–2030

19 June 2026
Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional
Ekbis

Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional

18 June 2026
Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik
Ekbis

Harga BBM Naik, AISMOLI Dorong Percepatan Transisi Kendaraan Listrik

18 June 2026
Alasan Elon Musk Pilih Korea Selatan Ketimbang Taiwan untuk Bisnis AI
Ekbis

Waralaba Carl’s Jr. Bangkrut, Puluhan Restoran Terancam Tutup

18 June 2026
Next Post
Inflasi November Lebih Rendah dari Perkiraan, Bukti Stabilitas Terus Terjaga

Inflasi November Lebih Rendah dari Perkiraan, Bukti Stabilitas Terus Terjaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini