Tuesday, August 11, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 August 2026
in Ekbis
Pengelolaan Whoosh Berubah, Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah akan melakukan perubahan besar dalam struktur kepemilikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih 60 persen saham mayoritas KCIC yang selama ini dimiliki konsorsium BUMN. Proses pengalihan tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026.

Dalam mekanisme baru, kepemilikan saham KCIC tidak lagi berada di bawah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) maupun PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sebagai gantinya, saham akan dikelola melalui Special Mission Vehicle (SMV) milik Kementerian Keuangan agar pengelolaannya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

BACA JUGA

Home Credit Gandeng Indomaret, BayarNanti Bisa untuk Belanja Kebutuhan Harian

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Posisi Deputi Senior Segera Diisi

“Pembahasan yang pertama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Ini akan diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Nanti akan kita percepat, mungkin pertengahan bulan September sudah akan selesai,” ujar Purbaya, dikutip dari Antara, Kamis (6/8/2026).

Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan akan menunjuk satu atau beberapa SMV untuk mengelola kepemilikan saham tersebut. Skema ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memastikan operasional Whoosh tetap berjalan secara efektif.

Ia menegaskan, setelah proses pengalihan rampung, kepemilikan mayoritas KCIC berada di bawah kendali Kementerian Keuangan, bukan lagi di bawah PT KAI maupun PSBI yang beranggotakan PT KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PTPN VIII.

Di sisi lain, konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. tetap mempertahankan 40 persen saham KCIC. Dengan komposisi tersebut, kemitraan Indonesia dan China dalam pengoperasian kereta cepat Whoosh dipastikan tetap berlanjut.

Purbaya juga memastikan kebutuhan pendanaan operasional KCIC ke depan tidak akan bersumber dari APBN. Pembiayaan akan berasal dari keuntungan serta dividen yang dikelola oleh SMV di bawah Kementerian Keuangan.

Selain itu, pemerintah China disebut masih berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dalam proyek kereta cepat. Bahkan, terdapat peluang pengembangan jalur Whoosh hingga wilayah Jawa Timur. Sementara itu, penunjukan SMV yang akan mengelola saham KCIC masih dibahas dan kemungkinan melibatkan lebih dari satu entitas.

Tags: APBNKCICKemenkeuKereta cepatMetapos.idPurbaya Yudhi SadewaSMVWhoosh
Previous Post

Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana, Bahas Riset untuk Dukung Program Prioritas

Next Post

Bernardo Tavares Sebut Persib Favorit, Persebaya Tetap Optimistis di Final

Related Posts

Home Credit BayarNanti di Indomaret
Ekbis

Home Credit Gandeng Indomaret, BayarNanti Bisa untuk Belanja Kebutuhan Harian

11 August 2026
Destry Damayanti calon Gubernur BI (Foto: Bank Indonesia)
Ekbis

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Posisi Deputi Senior Segera Diisi

11 August 2026
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
Ekbis

Kemnaker Siapkan Nomenklatur Baru, Pemulung Akan Disebut Pemilah Sampah

10 August 2026
pesawat raksasa Emirates di Indonesia
Ekbis

Emirates Datangkan Pesawat Raksasa ke Indonesia, Pertamina Siapkan Pasokan Avtur

10 August 2026
Bank Negara Indonesia (BNI)
Ekbis

BNI Perkuat Fundamental Bisnis di Bawah Danantara, Kredit Tembus Rp968,5 Triliun

10 August 2026
Kepailitan PT Dua Kuda Indonesia Jadi Ujian bagi Kepastian Hukum dan Investasi Asing
Ekbis

Kepailitan PT Dua Kuda Indonesia Jadi Ujian bagi Kepastian Hukum dan Investasi Asing

9 August 2026
Next Post
Bernardo Tavares final Piala Presiden 2026

Bernardo Tavares Sebut Persib Favorit, Persebaya Tetap Optimistis di Final

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini