Tuesday, August 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Dirut JFX Soroti Pentingnya Price Discovery untuk Perkuat Harga Referensi Komoditas

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
4 August 2026
in Ekbis
price discovery JFX

price discovery JFX

Metapos.id, Jakarta – Di tengah upaya memperkuat transparansi perdagangan komoditas
nasional, Indonesia perlu memperkuat mekanisme pembentukan harga (price discovery) di
dalam negeri agar harga referensi semakin mencerminkan kondisi pasar nasional.

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis untuk
membangun harga referensi domestik yang lebih kredibel melalui aktivitas perdagangan
yang berlangsung secara transparan, likuid, dan berkesinambungan.

BACA JUGA

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

JFX Perkuat Kepercayaan Pasar Lewat Infrastruktur Perdagangan Berjangka Modern

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Yazid Kanca Surya, mengatakan harga
referensi yang kuat tidak lahir dari penetapan sepihak, melainkan dari transaksi yang
benar-benar mencerminkan interaksi antara penawaran dan permintaan di pasar.

“Harga referensi dibangun melalui proses price discovery. Ketika transaksi berlangsung
secara terbuka, melibatkan banyak pelaku pasar, dan dilakukan secara berkesinambungan,
harga yang terbentuk akan semakin mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya. Dari
proses inilah lahir harga referensi yang kredibel,” ujar Yazid.

Menurutnya, penguatan price discovery menjadi semakin relevan bagi Indonesia yang
memiliki peran penting dalam perdagangan komoditas strategis, termasuk minyak sawit.
Selama ini, pelaku usaha masih banyak mengacu pada benchmark internasional sebagai
referensi harga.

Padahal, sebagai produsen utama, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat
pembentukan harga di dalam negeri sehingga mampu menghadirkan referensi yang
semakin mencerminkan karakteristik pasar nasional.

Proses tersebut, lanjut Yazid, tidak dapat dilepaskan dari aktivitas perdagangan yang aktif.
Semakin banyak transaksi yang dilakukan melalui mekanisme bursa dengan kontrak yang
terstandarisasi dan pencatatan yang transparan, semakin representatif pula harga yang
terbentuk sebagai cerminan kondisi pasar.

Sebagai gambaran, perdagangan minyak sawit dalam beberapa pekan terakhir berlangsung
secara dinamis. Pada pekan terakhir Juli 2026, harga acuan global Olein yang mengacu pada
FPOL Bursa Malaysia Derivatives (BMD) meningkat 3,52%, dari USD1.135 per ton menjadi
USD1.175 per ton dibandingkan pekan sebelumnya.

Kenaikan tersebut didorong oleh menguatnya harga minyak mentah Brent sebesar 4,23%,
meningkatnya permintaan dari China, serta ekspektasi pasokan minyak sawit Indonesia yang lebih ketat.

Di tengah dinamika tersebut, aktivitas perdagangan Olein di JFX tetap menunjukkan
likuiditas yang terjaga. Sepanjang periode 28 Juni hingga 25 Juli 2026, volume transaksi
olein mencapai 67.564 lot dengan nilai transaksi sekitar Rp6,85 triliun.

Menurut Yazid,
aktivitas tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan harga yang semakin aktif
melalui mekanisme perdagangan yang transparan.

“Semakin aktif transaksi berlangsung, semakin banyak informasi pasar yang tercermin
dalam harga. Bagi pelaku usaha, harga yang terbentuk melalui proses tersebut tidak hanya
menjadi acuan dalam melakukan transaksi, tetapi juga menjadi dasar dalam mengelola
risiko ketika pasar bergerak sangat dinamis,” jelasnya.

Ia menambahkan, volatilitas harga komoditas global saat ini membuat pelaku usaha
menghadapi ketidakpastian yang semakin tinggi.

Perubahan harga tidak lagi dipengaruhi
satu faktor, melainkan kombinasi antara kondisi pasokan, permintaan global, harga energi,
hingga kebijakan di berbagai negara.

“Dalam situasi seperti ini, pelaku usaha membutuhkan referensi harga yang dapat dipercaya.
Harga tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi penjualan, menjaga margin usaha,
hingga melakukan lindung nilai terhadap fluktuasi harga. Semakin baik proses price
discovery, semakin kuat pula dasar pengambilan keputusan bagi dunia usaha,” lanjut Yazid.

Selain Olein, aktivitas perdagangan komoditas lain di JFX juga tetap menunjukkan
perkembangan yang konsisten. Sepanjang Juli 2026, transaksi timah ekspor mencapai 2.855
lot dengan nilai transaksi sekitar Rp2,66 triliun, di tengah pergerakan harga acuan timah di
London Metal Exchange (LME) yang relatif stabil dengan koreksi tipis 0,19% pada periode
19–25 Juli 2026.

Sementara itu, aktivitas Perdagangan Akses Luar Negeri (PALN) membukukan nilai transaksi
sekitar Rp54,45 triliun dengan volume lebih dari 3,92 juta lot pada periode yang sama.

Secara keseluruhan, nilai transaksi perdagangan sepanjang Juli di JFX mencapai sekitar
Rp3.268 triliun, yang terdiri atas transaksi multilateral, bilateral, dan PALN.

Yazid menilai, meningkatnya aktivitas perdagangan tersebut menunjukkan bahwa
mekanisme bursa semakin dimanfaatkan sebagai sarana transaksi sekaligus pembentukan
harga yang transparan.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar memiliki harga referensi domestik. Yang lebih penting
adalah membangun proses pembentukan harga yang dipercaya oleh pelaku pasar karena
lahir dari transaksi yang nyata dan transparan. Ketika proses tersebut semakin kuat,
manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku usaha melalui pengelolaan risiko yang lebih baik,
tetapi juga mendukung transparansi perdagangan komoditas nasional secara keseluruhan,” tutup Yazid.

Tags: bursa berjangka jakartaharga referensi komoditasHeadlineJfxMetapos.idMinyak sawitOLEINPerdagangan komoditasprice discovery
Previous Post

Isu Pergantian Kapolri Dibantah, Habiburokhman: DPR Belum Terima Surpres

Next Post

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

Related Posts

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University
Ekbis

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

4 August 2026
JFX
Ekbis

JFX Perkuat Kepercayaan Pasar Lewat Infrastruktur Perdagangan Berjangka Modern

4 August 2026
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Ekbis

Tarif Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Nol Persen, Peluang Baru bagi Industri Perikanan

3 August 2026
Gedung BEI
Ekbis

BEI Sempurnakan Notasi Khusus Saham demi Tingkatkan Transparansi Pasar Modal

3 August 2026
laba bersih Tugu Insurance semester I 2026
Ekbis

Kinerja Tugu Insurance Makin Solid, Laba Bersih Naik 76,87% di Semester I 2026

3 August 2026
Mulai September, Naik TransBandara Blok M–Soetta Bayar Rp15.000
Ekbis

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

1 August 2026
Next Post
Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU Dengan IPB University

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini