Saturday, July 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Puncak Pergerakan Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diperkirakan Terbagi dalam Dua Gelombang

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
11 March 2026
in Nasional
Puncak Pergerakan Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diperkirakan Terbagi dalam Dua Gelombang

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah memprediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan berlangsung dalam dua gelombang. Perkiraan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

Ia menjelaskan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026, kemudian gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 28–29 Maret 2026.

BACA JUGA

Febrie Adriansyah Tetap Terima Gaji, Kejagung Jelaskan Status Kepegawaiannya

Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Tak Berwenang Menagih atau Memungut Pajak

AHY menyebutkan, jumlah perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta perjalanan.

Menurutnya, pergerakan masyarakat paling banyak diprediksi menuju sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sulawesi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sulawesi Selatan.

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi guna mengurangi kepadatan lalu lintas. Salah satunya dengan mendorong penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) agar pergerakan masyarakat tidak terjadi secara bersamaan.

AHY menilai kebijakan tersebut sebelumnya terbukti cukup efektif dalam mengurangi potensi kemacetan yang parah selama masa mudik.

Dari sisi moda transportasi, ia mengatakan kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Diperkirakan sekitar 52 persen pemudik menggunakan mobil pribadi.

Selain mobil pribadi, moda transportasi lain yang cukup banyak digunakan adalah sepeda motor serta bus umum.

Sementara itu, moda transportasi lain seperti kapal penyeberangan, pesawat terbang, kereta api antarkota, dan kapal laut jumlah penggunanya diperkirakan berada di bawah penggunaan kendaraan pribadi dan bus.

AHY menambahkan bahwa tingginya penggunaan kendaraan pribadi membuat beban utama arus mudik berada di jalur darat, baik di jalan tol, jalan nasional, maupun jalan arteri yang menghubungkan berbagai daerah tujuan pemudik.

Tags: 14–15 Maret 2026Ahydua gelombangLebaran 2026memprediksiMetapos.idpuncak arus mudikWFA
Previous Post

Meski Dihajar Bayern, Palladino Tak Berniat Mengganti Gaya Bermain Atalanta

Next Post

Ormas Meminta THR Secara Paksa, Polri Siap Lakukan Penindakan

Related Posts

Febrie Adriansyah Tetap Terima Gaji, Kejagung Jelaskan Status Kepegawaiannya
Nasional

Febrie Adriansyah Tetap Terima Gaji, Kejagung Jelaskan Status Kepegawaiannya

24 July 2026
Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Tak Berwenang Menagih atau Memungut Pajak
Nasional

Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Tak Berwenang Menagih atau Memungut Pajak

24 July 2026
Fiktor Bantah Dipaksa, Aksi Sujud ke Sopir Alphard Diakui Atas Keinginan Sendiri
Nasional

Fiktor Bantah Dipaksa, Aksi Sujud ke Sopir Alphard Diakui Atas Keinginan Sendiri

24 July 2026
Bahaya Membakar Sampah Saat Kemarau, Mobil dan Warung di Kronjo Dilalap Api
Nasional

Bahaya Membakar Sampah Saat Kemarau, Mobil dan Warung di Kronjo Dilalap Api

24 July 2026
Gerakan Rakyat Ajukan Pendaftaran sebagai Parpol ke Kemenkum
Nasional

Gerakan Rakyat Ajukan Pendaftaran sebagai Parpol ke Kemenkum

24 July 2026
Polemik Ijazah Jokowi, Pengacara Dokter Tifa Klaim Joko Widodo yang Masuk UGM 1985 Berbeda
Nasional

Polemik Ijazah Jokowi, Pengacara Dokter Tifa Klaim Joko Widodo yang Masuk UGM 1985 Berbeda

24 July 2026
Next Post
Ormas Meminta THR Secara Paksa, Polri Siap Lakukan Penindakan

Ormas Meminta THR Secara Paksa, Polri Siap Lakukan Penindakan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini