Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pemprov Jateng Pastikan Wilayahnya Aman

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
8 September 2026
in Nasional
Pemprov Jawa Tengah memastikan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi di wilayahnya berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi.

Pemprov Jawa Tengah memastikan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi di wilayahnya berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi.

BACA JUGA

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi sampai ke wilayah Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan pemantauan telah dilakukan bersama BPBD di 35 kabupaten/kota, terutama wilayah yang berbatasan dengan Jawa Barat.

Penilaian dilakukan mulai dari Cilacap, Kebumen, Purworejo, Brebes, Tegal, Banyumas hingga wilayah di bagian timur Jawa Tengah.

“Ada informasi simpang siur terkait dampak langsung (abu letusan Anak Krakatau, red.) kepada masyarakat (Jawa Tengah). Untuk menjelaskan isu-isu itu, harus didukung dengan data,” kata Bergas, dikutip dari berbagai sumber, Senin (07/09/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis meteorologi, belum ditemukan residu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jawa Tengah.

“Setelah kita cek di beberapa wilayah, hal yang mengganggu aktivitas kehidupan penghidupan masyarakat belum terjadi,” ujar Bergas.

Meski belum terdampak, BPBD Jateng tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Bergas juga meminta BPBD di seluruh Jawa Tengah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai antisipasi debu akibat aktivitas vulkanik serta kondisi musim kemarau.

“Kalau kita bicara di musim ini (kemarau, red.), debu itu pasti luar biasa. Maka penggunaan masker itu menjadi penting. Kemudian tidak banyak keluar rumah. Kalau aktivitasnya banyak di luar rumah, banyak minum air putih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo mengatakan analisis dilakukan berdasarkan data Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin dan citra satelit BMKG Himawari.

Dari analisis tersebut, angin permukaan pada ketinggian 1.500 meter bergerak dari timur ke barat.

“Jadi, kenapa kemarin agak heboh, barangkali memang di lapisan atas itu trajektori debu vulkanik itu diperkirakan sampai ke Jateng, tapi itu di lapisan atas. Sementara lapisan di bawahnya, anginnya ke arah dari timur ke barat,” katanya.

Pemantauan juga dilakukan melalui paper test pada 6 dan 7 September 2026 di Bandara Ahmad Yani Semarang, Stasiun Klimatologi Kertajati, Stasiun Meteorologi Maritim Tegal, serta Cilacap.

Hasil pengujian di lokasi-lokasi tersebut menunjukkan negatif dari debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Tags: Abu vulkanikBPBD JatengGunung Anak KrakatauHeadlineJawa TengahMetapos.id
Previous Post

Silmy Karim Tempuh Praperadilan, Persoalkan Penyitaan KPK

Next Post

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

Related Posts

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?
Nasional

Upah Minimum 2027 Disiapkan, Mampukah Pekerja Hidup Lebih Layak?

23 October 2026
357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut
Nasional

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

22 October 2026
Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin
Nasional

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

22 October 2026
Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah
Nasional

Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah

22 October 2026
MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi
Nasional

MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi

22 October 2026
Rini Widyantini Pastikan Penyaluran Gaji PNS Tak Dialihkan ke Kopdes
Nasional

Rini Widyantini Pastikan Penyaluran Gaji PNS Tak Dialihkan ke Kopdes

22 October 2026
Next Post
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini