Sunday, September 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penelitian Ungkap Dampak Interaksi dengan Hewan pada Kesehatan Mental

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 September 2026
in Lifestyle & Health
Penelitian Ungkap Dampak Interaksi dengan Hewan pada Kesehatan Mental

Metapos.id, Jakarta — Kehadiran hewan peliharaan di rumah selama ini sering dianggap memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan pemiliknya. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa manfaat tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan hewan, tetapi juga bagaimana pemilik berkomunikasi dengan mereka.

Peneliti dari University of Arizona kemudian mengkaji hubungan antara pola percakapan manusia dengan hewan peliharaan dan kondisi psikologis pemilik. Dalam penelitian itu, mereka menggunakan sistem bernama AURAL-Pet untuk mengidentifikasi serta menganalisis bentuk interaksi yang terjadi secara alami.

BACA JUGA

Studi Ungkap Alasan yang Sering Bikin Pasangan Bercerai

Joe Russo Ungkap Naskah Doomsday Belum Selesai

Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry pada 4 Agustus 2026. Studi ini secara khusus menyoroti pola komunikasi yang muncul ketika manusia berinteraksi dengan hewan peliharaan dalam aktivitas sehari-hari.

Dara Jonkoski, penulis utama studi sekaligus kandidat Ph.D. di Department of Psychology University of Arizona, menjelaskan bahwa penelitian tersebut dapat membantu mengidentifikasi pola interaksi yang berpotensi memberikan manfaat positif.

“Dengan memahami perbedaan cara orang berinteraksi dengan hewan peliharaannya, kita bisa tahu gaya interaksi mana yang paling berdampak positif bagi kesehatan mental, baik untuk si pemilik maupun hewan itu sendiri,” ujar Jonkoski dikutip dari berbagai  sumber, Minggu (6/9/26).

Ia menjelaskan, temuan mengenai pola komunikasi yang berkaitan dengan kondisi mental yang lebih baik nantinya dapat dimanfaatkan sebagai panduan bagi pemilik anjing dan kucing. Dengan begitu, pemilik dapat mengetahui bentuk interaksi yang lebih mendukung kesehatan mental mereka maupun hewan peliharaannya.

Peneliti Gunakan Ribuan Rekaman

Untuk menguji sistem AURAL-Pet, peneliti menganalisis sebanyak 5.072 rekaman percakapan yang berkaitan dengan hewan peliharaan.

Data tersebut diperoleh dari 240 peserta penelitian. Seluruh rekaman dikumpulkan menggunakan perangkat perekam otomatis bernama Electronically Activated Recorder (EAR).

Pengujian menunjukkan bahwa metode pengodean yang digunakan AURAL-Pet dapat bekerja secara konsisten. Karena itu, sistem tersebut dinilai berpotensi digunakan dalam penelitian lanjutan mengenai hubungan antara manusia dan hewan.

“AURAL-Pet adalah cara untuk menerjemahkan rekaman audio harian menjadi potret terukur (measurable snapshot) tentang bagaimana seseorang berhubungan dengan hewan peliharahannya,” kata Jonkoski.

Melalui sistem tersebut, peneliti dapat mengidentifikasi seberapa sering interaksi berlangsung sekaligus melihat bentuk komunikasi yang dilakukan pemilik dengan hewan peliharaannya.

Percakapan yang terekam juga menunjukkan beragam bentuk komunikasi. Pemilik tidak selalu berbicara secara langsung kepada hewan. Mereka terkadang mengungkapkan pikiran atau aktivitas yang sedang dilakukan, mengomentari perilaku hewan, hingga membahas berbagai hal ringan seperti cuaca dan rencana di masa mendatang.

Megan Mueller, Profesor Interaksi Manusia-Hewan di Tufts University yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai AURAL-Pet sebagai metode yang menarik dan berpotensi memperluas penelitian mengenai hubungan manusia dengan hewan.

“Bagaimana cara kita berbicara dan berinteraksi dengan hewan peliharaan kemungkinan besar merupakan jendela penting untuk memahami persepsi kita terhadap hubungan tersebut dan potensi manfaatnya,” kata Mueller.

Tags: hewan peliharaaninteraksi hewankesehatan mentalmengobati hewanMetapos.id
Previous Post

AHY Bicara Tekanan Ekonomi Rakyat, Harga dan Kerja Jadi Masalah

Next Post

Bandara Soetta Ditutup, 33 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Related Posts

Studi Ungkap Alasan yang Sering Bikin Pasangan Bercerai
Lifestyle & Health

Studi Ungkap Alasan yang Sering Bikin Pasangan Bercerai

6 September 2026
Sutradara Joe Russo mengungkap Avengers: Doomsday mulai syuting meski naskah belum sepenuhnya rampung dan mengandalkan improvisasi aktor.
Lifestyle & Health

Joe Russo Ungkap Naskah Doomsday Belum Selesai

5 September 2026
Suhu ekstrem di wilayah gurun disebut memicu dehidrasi, gagal ginjal hingga kematian pada unta dan menjadi sinyal serius perubahan iklim.
Lifestyle & Health

Unta Mulai Gagal Ginjal Akibat Suhu Ekstrem

5 September 2026
Samsat Drive Thru memudahkan masyarakat membayar PKB tahunan tanpa turun dari kendaraan. Simak daftar lokasinya di Jawa Barat. (Foto/Diskominfo Jabar)
Lifestyle & Health

Samsat Drive Thru Permudah Bayar Pajak Kendaraan

5 September 2026
Sulit Punya Teman Baru Setelah Dewasa? Ini Penyebabnya
Lifestyle & Health

Sulit Punya Teman Baru Setelah Dewasa? Ini Penyebabnya

5 September 2026
Waspada, 4 Jenis Tanaman Ini Bisa Mengundang Ular
Lifestyle & Health

Waspada, 4 Jenis Tanaman Ini Bisa Mengundang Ular

5 September 2026
Next Post
Bandara Soetta Ditutup, 33 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Bandara Soetta Ditutup, 33 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini