Friday, May 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Pangan Lokal Dinilai Kunci Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
30 January 2026
in Nasional
Pemerintah Ambil Langkah Cepat Cegah Insiden Keamanan Pangan Terulang di Program MBG

Metapos.id, Jakarta – Pemanfaatan potensi pangan lokal dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan terukur dan tepat sasaran. Integrasi MBG dengan inisiatif strategis pemerintah, seperti program Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian, dipandang mampu menjaga stabilitas fiskal serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

 

BACA JUGA

Prabowo Hadir di May Day, KSBSI Nilai Bukti Komitmen terhadap Buruh

Hari Buruh 2026: Pengertian dan Sejarah May Day yang Perlu Diketahui

Dengan mengandalkan rantai pasok dari peternakan rakyat dan komoditas pangan lokal, program MBG tidak hanya memenuhi standar gizi nasional, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat setempat secara inklusif. Sinergi kebijakan lintas sektor dinilai dapat membuat implementasi program berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.

 

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai program MBG sebagai gagasan yang progresif, meski masih memerlukan evaluasi pada tataran pelaksanaannya. Ia menyebut MBG memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun perlu kajian lanjutan untuk memastikan dampak maksimal yang dapat dicapai dalam jangka panjang.

 

Menurutnya, pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh, lebih segar, serta memiliki harga relatif stabil dapat menjadi penopang utama keberlangsungan program. Apabila pelaksanaan di tingkat daerah dapat dilakukan secara luas, terarah, dan terukur, maka peluang keberhasilan program dalam mencapai target gizi masyarakat akan semakin besar.

 

MBG sebagai Upaya Intervensi Gizi Spesifik

Dari sisi kesehatan, Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Kesehatan, dr. Agus Triwinarto, SKM., MKM, menilai penggunaan pangan lokal berpotensi menjamin kesinambungan pasokan harian MBG. Ia menekankan bahwa peningkatan keragaman pangan lokal, disertai pengawasan keamanan pangan dan standar higienitas, akan memastikan makanan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.

 

Ia menambahkan, kombinasi antara pengawasan mutu pangan, variasi sumber nutrisi lokal, serta ketepatan sasaran program diyakini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.

 

Saat ini, program MBG dirancang untuk menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat setiap hari sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat. Untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan menekan angka stunting, sasaran program telah diperluas, tidak hanya mencakup peserta didik, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah usia dua tahun.

 

Ketua Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan, Yuni Zahraini, SKM., MKM, menjelaskan bahwa intervensi gizi spesifik difokuskan pada tiga kelompok utama, yakni remaja putri, ibu hamil, dan balita. Melalui MBG, diharapkan asupan gizi berkualitas dapat menggantikan setidaknya satu porsi makan harian, terutama dengan dukungan protein hewani, sehingga program intervensi gizi dapat saling melengkapi.

 

Keberhasilan MBG ke depan dinilai sangat bergantung pada konsistensi evaluasi tata kelola hingga tingkat implementasi. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pemenuhan janji politik, tetapi mampu menjadi kebijakan unggulan yang memberikan dampak nyata dalam mewujudkan generasi emas Indonesia pada 2045.

Tags: Metapos.idPangan lokalProgram mbgWijayanto Samirin
Previous Post

Uni Eropa Resmi Masukkan Garda Revolusi Iran ke Daftar Organisasi Teroris

Next Post

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Gus Yaqut dalam Perkara Dugaan Korupsi Kuota Haji

Related Posts

Prabowo Hadir di May Day, KSBSI Nilai Bukti Komitmen terhadap Buruh
Nasional

Prabowo Hadir di May Day, KSBSI Nilai Bukti Komitmen terhadap Buruh

1 May 2026
Hari Buruh 2026: Pengertian dan Sejarah May Day yang Perlu Diketahui
Nasional

Hari Buruh 2026: Pengertian dan Sejarah May Day yang Perlu Diketahui

30 April 2026
Waspada El Nino 2026, Ini Ancaman Kesehatan dan Cara Mencegahnya
Nasional

Waspada El Nino 2026, Ini Ancaman Kesehatan dan Cara Mencegahnya

30 April 2026
Aturan Baru Impor Pangan Terbit, Pemerintah Jaga Keseimbangan Pasokan
Nasional

Khoirudin Diganti, DPRD DKI Sepakati Suhud Alynudin sebagai Ketua

30 April 2026
Aturan Baru Impor Pangan Terbit, Pemerintah Jaga Keseimbangan Pasokan
Nasional

Aturan Baru Impor Pangan Terbit, Pemerintah Jaga Keseimbangan Pasokan

30 April 2026
Pemprov DKI Siap Bangun Flyover dan Underpass Usai Sorotan Perlintasan Sebidang
Nasional

Pemprov DKI Siap Bangun Flyover dan Underpass Usai Sorotan Perlintasan Sebidang

30 April 2026
Next Post
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Gus Yaqut dalam Perkara Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Gus Yaqut dalam Perkara Dugaan Korupsi Kuota Haji

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini