Metapos.id, Jakarta – Membiasakan anak memahami cara mengelola uang sejak usia dini dapat menjadi bekal penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang baik hingga mereka dewasa. Orang tua disarankan menyesuaikan metode pengajaran dengan tahap perkembangan anak agar materi lebih mudah dipahami.
Bagi anak berusia 3 hingga 7 tahun, pengenalan tentang nilai uang dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari. Misalnya, mengajak anak memilih salah satu barang saat berbelanja atau mengajarkan bahwa uang yang diperoleh dari hadiah maupun THR tidak harus dihabiskan sekaligus, tetapi dapat disisihkan untuk ditabung.
Saat memasuki usia 8 hingga 12 tahun, anak umumnya mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pada fase ini, orang tua dapat mengenalkan cara menyusun skala prioritas, membiasakan menabung, serta mengajarkan pentingnya berbagi dengan memanfaatkan media sederhana, seperti wadah atau toples yang dibedakan sesuai tujuan penggunaan uang.
Memasuki masa remaja, yakni usia 13 hingga 18 tahun, anak dapat mulai diberi tanggung jawab untuk mengelola uang saku atau hadiah yang diterimanya. Melalui cara tersebut, mereka belajar membuat anggaran, mengendalikan pengeluaran, dan merencanakan tujuan keuangan dalam jangka panjang.
Selain mengajarkan teknik mengatur uang, orang tua juga dianjurkan membangun komunikasi yang sehat mengenai kondisi keuangan keluarga. Alih-alih mengatakan tidak memiliki uang, orang tua dapat menjelaskan bahwa pembelian suatu barang belum menjadi prioritas atau belum sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Para pakar menilai pendekatan seperti ini dapat membantu anak memahami pentingnya perencanaan keuangan tanpa menimbulkan kekhawatiran. Di sisi lain, orang tua juga tidak perlu merasa terbebani jika belum mampu memenuhi seluruh keinginan anak, karena pendidikan finansial yang konsisten jauh lebih berharga untuk membentuk sikap bijak dalam mengelola uang di masa depan.






