Metapos.id, Jakarta — Penyakit jantung menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat berkembang tanpa selalu menunjukkan tanda yang mudah dikenali. Dalam sejumlah kasus, masalah jantung baru diketahui setelah kondisi menjadi lebih serius.
Risiko penyakit jantung koroner juga tidak semata-mata berkaitan dengan gaya hidup. Riwayat kesehatan keluarga, terutama kejadian penyakit jantung pada usia muda, dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan.
Riwayat Jantung Keluarga Perlu Diperhatikan
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Konsultan Kardiologi Intervensi Eka Hospital, dr. Rizki, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, mengatakan pemeriksaan risiko penyakit jantung koroner perlu dilakukan dengan melihat kondisi pasien secara menyeluruh.
Menurutnya, dokter juga perlu mengetahui apakah terdapat anggota keluarga dekat yang pernah mengalami serangan jantung atau meninggal secara mendadak. Usia ketika kejadian tersebut terjadi menjadi salah satu informasi penting dalam penilaian risiko.
Orangtua dan Saudara Kandung Termasuk
Rizki menjelaskan bahwa faktor keturunan dalam penilaian tersebut terutama berkaitan dengan first-degree relative, yakni anggota keluarga tingkat pertama.
“First degree relative, maksudnya bapak kandung, ibu kandung atau saudara kandung yang pernah kena serangan jantung atau meninggal mendadak di usia masih muda,” terang Rizki,” dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (19/9/2026).
Orangtua dan saudara kandung termasuk dalam kategori keluarga tingkat pertama. Oleh sebab itu, riwayat penyakit jantung dalam keluarga perlu dilihat secara lebih rinci, bukan sekadar berdasarkan keberadaan anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi tersebut.
Waktu terjadinya serangan jantung atau kematian mendadak juga menjadi perhatian. Jika kejadian berlangsung ketika anggota keluarga masih berusia relatif muda, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menilai risiko seseorang.
Rizki mencontohkan kondisi ketika seorang saudara kandung mengalami serangan jantung pada usia 40 tahun.
“Kalau misalnya ini kakaknya punya saudara kandung umur 40 sudah pernah serangan jantung atau kakaknya meninggal mendadak di usia 40, itu harus waspada,” ucapnya.
Serangan Jantung di Usia Muda
Rizki menyebut serangan jantung yang terjadi pada usia muda dapat berkaitan dengan faktor tertentu yang membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung.
“Karena kalau masih muda sudah punya serangan jantung berarti pasti ada sesuatu genetically,” paparnya.
Salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan kondisi tersebut adalah faktor keturunan yang menyebabkan kadar kolesterol sangat tinggi dalam keluarga.
Kadar LDL 300 Perlu Diwaspadai
Selain riwayat keluarga, kadar kolesterol dalam darah juga menjadi bagian penting dalam melihat kondisi kesehatan jantung. LDL merupakan salah satu komponen kolesterol yang dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.
Rizki mengungkapkan adanya pasien dengan kadar LDL mencapai 300. Kondisi tersebut kemudian ditangani dengan upaya untuk menurunkan kadar LDL secara agresif.
Ia menjelaskan, kadar LDL dapat meningkat akibat pola makan sehari-hari. Namun, kadar yang sudah mencapai angka sangat tinggi perlu mendapat perhatian lebih serius.
“Kalau cuek aja makan gorengan, mungkin LDL-nya 150. Kalau 200 lebih, 300, itu sudah sangat berbahaya,” kata Rizki.






