Saturday, September 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Punya Riwayat Jantung di Keluarga? Faktor Genetik Perlu Diperhatikan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
19 September 2026
in Lifestyle & Health
Punya Riwayat Jantung di Keluarga? Faktor Genetik Perlu Diperhatikan

Metapos.id, Jakarta — Penyakit jantung menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat berkembang tanpa selalu menunjukkan tanda yang mudah dikenali. Dalam sejumlah kasus, masalah jantung baru diketahui setelah kondisi menjadi lebih serius.

Risiko penyakit jantung koroner juga tidak semata-mata berkaitan dengan gaya hidup. Riwayat kesehatan keluarga, terutama kejadian penyakit jantung pada usia muda, dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan.

BACA JUGA

Mau Pilih Kursi Pesawat? Ini Posisi yang Perlu Diketahui Penumpang

Resident Evil Diproyeksi Pecahkan Rekor Box Office Waralaba

 

Riwayat Jantung Keluarga Perlu Diperhatikan

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Konsultan Kardiologi Intervensi Eka Hospital, dr. Rizki, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, mengatakan pemeriksaan risiko penyakit jantung koroner perlu dilakukan dengan melihat kondisi pasien secara menyeluruh.

Menurutnya, dokter juga perlu mengetahui apakah terdapat anggota keluarga dekat yang pernah mengalami serangan jantung atau meninggal secara mendadak. Usia ketika kejadian tersebut terjadi menjadi salah satu informasi penting dalam penilaian risiko.

Orangtua dan Saudara Kandung Termasuk

Rizki menjelaskan bahwa faktor keturunan dalam penilaian tersebut terutama berkaitan dengan first-degree relative, yakni anggota keluarga tingkat pertama.

“First degree relative, maksudnya bapak kandung, ibu kandung atau saudara kandung yang pernah kena serangan jantung atau meninggal mendadak di usia masih muda,” terang Rizki,” dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (19/9/2026).

Orangtua dan saudara kandung termasuk dalam kategori keluarga tingkat pertama. Oleh sebab itu, riwayat penyakit jantung dalam keluarga perlu dilihat secara lebih rinci, bukan sekadar berdasarkan keberadaan anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi tersebut.

Waktu terjadinya serangan jantung atau kematian mendadak juga menjadi perhatian. Jika kejadian berlangsung ketika anggota keluarga masih berusia relatif muda, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menilai risiko seseorang.

Rizki mencontohkan kondisi ketika seorang saudara kandung mengalami serangan jantung pada usia 40 tahun.

“Kalau misalnya ini kakaknya punya saudara kandung umur 40 sudah pernah serangan jantung atau kakaknya meninggal mendadak di usia 40, itu harus waspada,” ucapnya.

Serangan Jantung di Usia Muda

Rizki menyebut serangan jantung yang terjadi pada usia muda dapat berkaitan dengan faktor tertentu yang membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung.

“Karena kalau masih muda sudah punya serangan jantung berarti pasti ada sesuatu genetically,” paparnya.

Salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan kondisi tersebut adalah faktor keturunan yang menyebabkan kadar kolesterol sangat tinggi dalam keluarga.

Kadar LDL 300 Perlu Diwaspadai

Selain riwayat keluarga, kadar kolesterol dalam darah juga menjadi bagian penting dalam melihat kondisi kesehatan jantung. LDL merupakan salah satu komponen kolesterol yang dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.

Rizki mengungkapkan adanya pasien dengan kadar LDL mencapai 300. Kondisi tersebut kemudian ditangani dengan upaya untuk menurunkan kadar LDL secara agresif.

Ia menjelaskan, kadar LDL dapat meningkat akibat pola makan sehari-hari. Namun, kadar yang sudah mencapai angka sangat tinggi perlu mendapat perhatian lebih serius.

“Kalau cuek aja makan gorengan, mungkin LDL-nya 150. Kalau 200 lebih, 300, itu sudah sangat berbahaya,” kata Rizki.

Tags: Faktor GenetikJantung Koronerkesehatan jantungkolesterolLDLMetapos.idRiwayat KeluargaSerangan Jantung
Previous Post

KMP Virgo Tegaskan Komitmen Bertanggung Jawab atas Korban

Related Posts

Mau Pilih Kursi Pesawat? Ini Posisi yang Perlu Diketahui Penumpang
Lifestyle & Health

Mau Pilih Kursi Pesawat? Ini Posisi yang Perlu Diketahui Penumpang

19 September 2026
Resident Evil Diproyeksi Pecahkan Rekor Box Office Waralaba
Lifestyle & Health

Resident Evil Diproyeksi Pecahkan Rekor Box Office Waralaba

18 September 2026
Resep Bolen Pisang Renyah dan Lembut, Cocok untuk Teman Ngopi
Lifestyle & Health

Resep Bolen Pisang Renyah dan Lembut, Cocok untuk Teman Ngopi

18 September 2026
Kemenkes Catat 3 Subtipe Influenza yang Beredar di Indonesia
Lifestyle & Health

Kemenkes Catat 3 Subtipe Influenza yang Beredar di Indonesia

18 September 2026
Review Resident Evil, Horor yang Bikin Tegang Sekaligus Tertawa
Lifestyle & Health

Review Resident Evil, Horor yang Bikin Tegang Sekaligus Tertawa

17 September 2026
Sulit Punya Teman? Bisa Jadi Kamu Ada di Lingkungan yang Salah
Lifestyle & Health

Sulit Punya Teman? Bisa Jadi Kamu Ada di Lingkungan yang Salah

17 September 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini